Jakarta, Javanusa—Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program Gerakan Menabung Haji Pelajar.
Inisiatif ini mendorong generasi muda mulai merencanakan keuangan sejak dini agar lebih siap mewujudkan cita-cita berhaji.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi OJK dengan Ditjen PE2HU yang berlangsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (8/7).
Pertemuan itu membahas langkah bersama untuk memperluas pemanfaatan tabungan haji syariah sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan.
Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan pembangunan ekosistem ekonomi haji memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi lintas sektor akan memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga bagaimana seluruh sektor pendukungnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Karena itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk OJK, menjadi penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi haji,” ujar Jaenal.
Ia menambahkan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi salah satu kunci agar masyarakat mampu mempersiapkan ibadah haji secara lebih terencana.
Edukasi yang berkelanjutan dinilai akan membantu masyarakat memahami pentingnya perencanaan keuangan sesuai kemampuan masing-masing.
“Perencanaan keuangan yang baik menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan ibadah haji. Kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat edukasi keuangan syariah. Sehingga masyarakat semakin siap merencanakan ibadah haji sejak dini sesuai kemampuan dan perencanaan keuangannya,” jelasnya.
Gerakan Menabung Haji untuk Pelajar
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Ismail Riyadi, memaparkan konsep Gerakan Menabung Haji Pelajar.
Program tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah dengan menjadikan ibadah haji sebagai tujuan keuangan jangka panjang.
Program ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), industri jasa keuangan syariah, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya ialah memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan pelajar.
Ismail menilai pelajar merupakan kelompok strategis dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat. Karena itu, dukungan berbagai pihak dibutuhkan agar implementasi program mampu menjangkau lebih banyak peserta.
“Gerakan Menabung Haji Pelajar diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Tetapi juga menumbuhkan budaya perencanaan keuangan sejak dini sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kesiapan finansial untuk mewujudkan cita-cita berhaji,” kata Ismail.
Tindak Lanjut Kolaborasi
Sebagai tindak lanjut, Ditjen PE2HU dan OJK akan memperkuat koordinasi untuk menyusun langkah kolaboratif dalam menjalankan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah pada ekosistem haji.
Melalui sinergi tersebut, kedua lembaga berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan keuangan syariah, tumbuh budaya perencanaan keuangan sejak dini. Serta tercipta ekosistem ekonomi haji yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung perekonomian nasional. (*)






