DJP dan Polda Metro Bongkar Sindikat Meterai Ilegal, Cegah Potensi Kerugian Negara Rp1 Triliun

Penulis -

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DJP bersama Polda Metro Jaya membongkar jaringan produksi dan peredaran meterai ilegal di lima wilayah Indonesia. (Foto: DJP)

DJP bersama Polda Metro Jaya membongkar jaringan produksi dan peredaran meterai ilegal di lima wilayah Indonesia. (Foto: DJP)

Jakarta, Javanusa—Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bersama Polda Metro Jaya membongkar jaringan produksi dan peredaran meterai ilegal yang beroperasi di lima wilayah Indonesia.

Pengungkapan pada 24 Juni hingga 2 Juli 2026 itu mencegah potensi hilangnya penerimaan negara hingga sekitar Rp1 triliun.

Jaringan tersebut beroperasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Petugas mengungkap kasus ini melalui investigasi bersama setelah menerima laporan masyarakat mengenai dugaan produksi serta distribusi meterai ilegal.

Tiga Gulungan Bahan Baku Diamankan

Dalam rangkaian penindakan, Polda Metro Jaya menyita mesin produksi, bahan baku, meterai palsu, meterai bekas pakai atau rekondisi, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Petugas juga mengamankan tiga gulungan kertas yang menjadi bahan baku produksi meterai palsu. Setiap gulungan diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 33 juta keping meterai.

Penyitaan bahan baku tersebut mencegah potensi kehilangan penerimaan negara hingga sekitar Rp1 triliun.

Selain itu, hasil investigasi mencatat sindikat telah menjual 4.007.334 keping meterai. Aktivitas tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp40.073.340.000.

Petugas juga menyita mesin produksi yang dalam setahun diperkirakan mampu menghasilkan 900.000 keping meterai palsu. Langkah itu mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp9 miliar.

DJP Tekankan Dampak Meterai Ilegal

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengapresiasi kerja sama dengan Polda Metro Jaya dalam pengungkapan perkara tersebut.

Menurut Bimo, sinergi antarinstansi penting untuk menjaga penerimaan negara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Bea Meterai merupakan salah satu sumber penerimaan negara. Tindakan pemalsuan maupun penyalahgunaan meterai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan masyarakat karena dokumen dengan meterai illegal akan mempengaruhi kepastian hukum atas dokumen tersebut dimana dokumen yang bea meterainya tidak atau kurang dibayar, tidak bisa menjadi alat bukti dalam beracara di pengadilan,” ujar Bimo Wijayanto.

Baca Juga :  Jajaki Kerjasama, Konsulat Jenderal Jepang Sambangi Pemko Padang

Ia menilai pengungkapan tersebut menunjukkan komitmen DJP dan aparat penegak hukum dalam melindungi penerimaan negara serta kepastian hukum masyarakat.

Sindikat Terancam Hukuman Pidana

DJP menyebut penanganan perkara ini merupakan bagian dari penegakan hukum di bidang Bea Meterai. Aparat menindak praktik produksi, peredaran, pemalsuan, dan penyalahgunaan meterai sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

Produsen dan pengedar meterai palsu terancam Pasal 24 dan Pasal 25. Ketentuan tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun serta denda paling banyak Rp500 juta.

Sementara itu, produsen dan pengedar meterai bekas pakai atau rekondisi terancam Pasal 26. Pelanggaran tersebut memiliki ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp200 juta.

DJP Imbau Masyarakat Beli Meterai dari Saluran Resmi

DJP juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan meterai yang sah, masih berlaku, dan belum pernah digunakan pada dokumen yang terutang Bea Meterai.

Dokumen yang menggunakan meterai palsu atau meterai bekas pakai dianggap belum memenuhi kewajiban pembayaran Bea Meterai. Pemilik dokumen kemudian harus melakukan pemeteraian kemudian sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, masyarakat perlu membeli meterai melalui saluran resmi yang ditunjuk pemerintah. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko hukum sekaligus mencegah kerugian finansial.

Bimo juga meminta masyarakat ikut membantu mengawasi peredaran meterai ilegal. Masyarakat dapat melaporkan dugaan produksi atau distribusi meterai ilegal kepada DJP maupun aparat penegak hukum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli meterai hanya melalui saluran resmi dan tidak mudah tergiur dengan penawaran di bawah harga yang ditetapkan,” kata Bimo.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat berperan penting dalam menjaga penerimaan negara, menciptakan kepastian hukum, serta mendukung iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. (*)

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Ajak Pimpinan Muhammadiyah Bersinergi Bangun Daerah

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru