Dorong Standarisasi dan Perlindungan Profesi, Kemenag Kaji Penguatan Peran Amil Zakat

Penulis -

Senin, 20 April 2026 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Focus Group Discussion (FGD) isu strategis zakat di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (Foto: Kemenag)

Focus Group Discussion (FGD) isu strategis zakat di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Jakarta, Jumat (17/4/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat pembinaan dan pengawasan tata kelola zakat nasional.

Kemenag juga mendorong penguatan peran amil sebagai bagian penting dalam ekosistem keuangan sosial keagamaan.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) isu strategis zakat di Gedung Philanthropy Dompet Dhuafa, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti BAZNAS, Forum Zakat (FOZ), LSP Keuangan Syariah, dan lembaga pengelola zakat nasional.

Penguatan SDM dan Sistem Pengawasan

Dalam forum tersebut, peserta mengulas penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pembaruan sistem pengawasan agar lebih adaptif terhadap dinamika pengelolaan zakat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan pentingnya peran amil dalam tata kelola zakat. Ia menyebut, pengelolaan zakat tidak cukup hanya bertumpu pada kelembagaan.

“Regulasi yang ada saat ini masih berfokus pada kelembagaan. Ke depan, kita perlu mendorong penguatan amil sebagai profesi agar memiliki sistem karier yang jelas, perlindungan kerja, dan standar kompetensi yang terukur,” ujar Waryono.

Data Amil Nasional dan Sertifikasi

Data Kemenag menunjukkan jumlah amil nasional berfluktuasi. Pada 2022 tercatat 10.124 orang, meningkat menjadi 12.225 orang pada 2023, lalu menurun menjadi 11.364 orang pada 2024, dan kembali naik menjadi 11.454 orang pada 2025. Para amil tersebut tersebar di berbagai level, mulai dari BAZNAS pusat hingga LAZ kabupaten/kota.

Penguatan kebijakan berbasis data dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen Zakat (SIMZAT). Hingga 2025, tercatat 3.045 SDM aktif dan 318 tidak aktif, dengan 1.758 amil telah tersertifikasi.

Berdasarkan fungsi, SDM terbanyak berada di bidang pengumpulan (866 orang), diikuti tata kelola (771), pendistribusian (409), keuangan (355), pendayagunaan (347), dan pelaporan (297).

Baca Juga :  MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi
Tantangan Pengawasan dan Pengakuan Profesi

Meski demikian, Kemenag mencatat sejumlah tantangan dalam pengawasan. Evaluasi 2025 menunjukkan kelemahan pada aspek perencanaan, pengendalian internal, pelaksanaan program, pengarsipan, dan pelaporan.

Selain itu, integrasi data mustahik dengan data kemiskinan nasional juga belum optimal. Keterbatasan SDM akuntansi turut menjadi kendala dalam pengelolaan zakat yang akuntabel.

Di sisi lain, pengakuan profesi amil dalam sistem ketenagakerjaan nasional masih menjadi persoalan. Profesi ini belum tercantum secara eksplisit dalam Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI), sehingga berdampak pada perlindungan kerja dan pengembangan karier. Biaya sertifikasi yang berkisar Rp1,6 juta hingga Rp4,9 juta juga menjadi tantangan, terutama bagi lembaga kecil.

Dorongan Standardisasi dan Reformasi Regulasi

Menanggapi kondisi tersebut, Kemenag mendorong penguatan standardisasi nasional, pengakuan profesi amil dalam klasifikasi jabatan, serta harmonisasi kebijakan antara regulator dan auditor. Langkah ini akan diintegrasikan dalam pembaruan regulasi zakat ke depan.

“Kita ingin memastikan pengelolaan zakat tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga kuat secara sistem, profesional dari sisi SDM, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat,” tegas Waryono.

Melalui penguatan pembinaan, standardisasi kompetensi, dan sistem pengawasan terintegrasi, Kemenag menargetkan terwujudnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berkeadilan. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB