Pessel, Javanusa—Dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Muhammad Rava dan Rizky Aditia dinyatakan lulus seleksi administrasi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Pesisir Selatan.
Keduanya kini bersiap mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang dimulai Senin (6/4/2026).
Kepala SMK Teknologi Lengayang, Mai Rida Tri Wati saat dihubungi Sabtu (4/4/2026) menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut.
Menurut Rida, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras siswa serta dukungan penuh dari pihak sekolah dalam mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Ia menjelaskan pada tahun 2026 ini, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi yang disediakan pemerintah, yakni aplikasi Transparansi Paskibraka yang dikelola oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Melalui sistem tersebut seluruh peserta harus mengunggah dokumen persyaratan secara mandiri, sehingga proses seleksi administrasi menjadi lebih transparan dan akuntabel.
“Dengan sistem online ini, siswa dituntut lebih mandiri dan teliti dalam melengkapi berkas. Alhamdulillah, anak-anak kita mampu mengikuti proses tersebut dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, pihak sekolah juga memberikan pendampingan kepada siswa selama proses pendaftaran agar tidak terjadi kesalahan dalam pengunggahan dokumen.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, kedua siswa tersebut akan mengikuti seleksi tahap I yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
Seleksi tahap I dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 di GOR Zaini Zein Painan, dengan sistem ujian berbasis online.
Mai Rida Tri Wati berharap kedua siswanya dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan baik dan menjaga kondisi fisik maupun mental.
“Kami berharap mereka bisa tampil maksimal dan melangkah ke tahap berikutnya. Ini bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pessel, Marzan menyampaikan pelaksanaan seleksi Paskibraka tahun ini mengedepankan prinsip transparansi dan objektivitas.
Ia menjelaskan seluruh proses seleksi, mulai dari administrasi hingga tahapan lanjutan, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan diawasi oleh tim seleksi.
“Seleksi dilakukan secara terbuka dan berbasis sistem. Tidak ada intervensi, semua peserta memiliki peluang yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing,” kata Marzan kepada media ini Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, penggunaan aplikasi Transparansi Paskibraka menjadi langkah penting dalam memastikan proses seleksi berjalan adil dan profesional.
Ia juga menyebutkan peserta yang telah lolos administrasi wajib mengikuti tahapan seleksi berikutnya dengan mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan.
Marzan menegaskan pada seleksi tahap I, peserta diwajibkan membawa kartu ujian, kartu kelulusan administrasi serta perangkat telepon genggam berbasis Android yang telah terisi paket data.
Selain itu, kondisi perangkat harus dalam keadaan siap pakai, termasuk baterai yang terisi penuh, mengingat ujian dilaksanakan secara daring.
Ia menambahkan seluruh biaya konsumsi dan kebutuhan peserta selama seleksi menjadi tanggung jawab sekolah masing-masing.
“Peserta juga diminta membawa dokumen asli yang telah diunggah sebelumnya sebagai bentuk verifikasi data,” ujarnya.
Dengan dimulainya tahapan seleksi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel berharap dapat menjaring putra-putri terbaik daerah yang memiliki karakter, disiplin, dan jiwa nasionalisme tinggi untuk menjadi anggota Paskibraka tahun 2026. (niks)






