Padang, Javanusa—Keterbatasan sarana pendidikan menjadi perhatian dalam kunjungan Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Evi Yandri Rajo Budiman ke SMAN 17 Padang, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (20/8/2026).
Dalam agenda reses tersebut, Evi Yandri berdialog langsung dengan siswa, guru, dan pihak sekolah. Mereka menyampaikan sejumlah kebutuhan fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
SMAN 17 Padang hadir untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di kawasan Air Pacah. Sebelum sekolah tersebut berkembang, sebagian siswa harus menempuh jarak lebih jauh untuk bersekolah di jenjang SMA.
Pertumbuhan jumlah peserta didik kini turut meningkatkan kebutuhan terhadap fasilitas sekolah. Pihak sekolah mengusulkan tambahan ruang kelas, laboratorium, ruang UKS, fasilitas ibadah, serta ruang pendukung kegiatan siswa.
Salah seorang siswa menyampaikan kebutuhan musala di lingkungan sekolah. Menurutnya, lokasi tempat ibadah yang cukup jauh menyulitkan siswa membagi waktu antara kegiatan belajar dan ibadah.
“Kami sangat berharap ada musala di lingkungan sekolah. Kalau tempat ibadah terlalu jauh, kami sering kesulitan membagi waktu antara ibadah dan kegiatan belajar,” tuturnya.
Kondisi ruang UKS juga mendapat sorotan. Ruangan yang tersedia masih terbatas sehingga belum optimal saat siswa membutuhkan pertolongan, terutama ketika sekolah menggelar kegiatan seperti upacara.
Selain itu, siswa berharap sekolah memiliki ruang yang lebih representatif untuk kegiatan organisasi. Salah satunya berupa sekretariat OSIS.
Guru Minta Penambahan Ruang Kelas
Dari sisi tenaga pendidik, penambahan ruang kelas menjadi kebutuhan yang dinilai mendesak. Fasilitas tersebut diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah peserta didik pada penerimaan siswa baru mendatang.
Kepala SMAN 17 Padang, Arnaldy, mengatakan perkembangan sekolah terus menunjukkan kemajuan sejak proses pengembangannya dimulai. Ia menilai dukungan berbagai pihak berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar sekolah.
Arnaldy juga mengapresiasi perhatian Evi Yandri terhadap SMAN 17 Padang sejak awal berdiri. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari pembangunan akses jalan menuju sekolah melalui dana pokok-pokok pikiran atau pokir.
“Pak Evi sejak awal cukup banyak memberikan perhatian terhadap sekolah ini. Salah satunya akses jalan menuju sekolah yang dibangun melalui dana pokir beliau. Jalan tersebut bahkan sudah selesai sebelum pembangunan gedung sekolah rampung,” kata Arnaldy.
Dukungan tersebut kemudian berlanjut pada fasilitas pembelajaran. Evi Yandri turut mendorong bantuan komputer jinjing atau Chromebook melalui dana pokir.
Fasilitas itu diharapkan membantu pembelajaran berbasis teknologi. Perangkat tersebut juga mendukung siswa menghadapi berbagai ujian yang menggunakan sistem digital.
Infrastruktur Sekolah Jadi Perhatian
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Mahyan, turut mengapresiasi perhatian Evi Yandri terhadap pengembangan SMAN 17 Padang.
Menurutnya, dukungan terhadap infrastruktur sekolah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Hal tersebut semakin relevan bagi sekolah yang masih berada dalam tahap pengembangan.
Menanggapi aspirasi warga sekolah, Evi Yandri menegaskan bahwa kebutuhan pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia sangat bergantung pada kualitas pendidikan.
“Kalau kita ingin membangun daerah dan negara ini dalam jangka panjang, maka investasi yang paling penting adalah manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian utama,” ujar Evi.
Politikus Partai Gerindra itu juga meminta siswa memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan generasi muda agar menjaga pergaulan dan disiplin dalam menuntut ilmu.
“Jangan sampai masa depan kalian rusak karena salah pergaulan. Jauhi narkoba, tawuran dan pergaulan bebas. Ingat perjuangan orang tua yang sudah bekerja keras untuk memberikan pendidikan kepada kalian,” pesannya.
Aspirasi SMAN 17 Padang Akan Ditindaklanjuti
Evi mengatakan seluruh aspirasi yang muncul selama reses telah dicatat. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Namun, ia mengakui pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah dalam waktu bersamaan. Pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan anggaran serta skala prioritas pembangunan.
“Kita catat semua kebutuhannya. Tidak semuanya bisa diselesaikan dalam waktu bersamaan, tetapi mana yang paling mendesak akan kita dorong bersama. Yang terpenting, sekolah dan pemerintah tetap bersinergi agar kebutuhan pendidikan masyarakat bisa terus dipenuhi,” katanya.
Reses tersebut turut dihadiri komite sekolah, Lurah Air Pacah, Sekretaris Camat Koto Tangah, serta jajaran SMAN 17 Padang.
Pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi Evi Yandri untuk melihat langsung kondisi sekolah. Ia memastikan aspirasi warga sekolah tidak berhenti pada penyampaian, tetapi dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan penganggaran daerah. (*)






