Film Bapak Paling Jujur Hadir 15 Oktober 2026, Kisah Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong

Penulis -

Selasa, 29 September 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster Film Bapak Paling Jujur. (Foto: Film Indonesia)

Poster Film Bapak Paling Jujur. (Foto: Film Indonesia)

Javanusa.com—Apa jadinya jika seorang calon gubernur tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong? Situasi tersebut menjadi sumber kekacauan sekaligus komedi dalam film Bapak Paling Jujur.

Film komedi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Ceritanya mengikuti Jonas Prakoso, calon gubernur muda yang harus menghadapi konsekuensi setelah kutukan membuatnya tidak mampu menyembunyikan apa pun yang ada dalam pikirannya.

Film berdurasi 103 menit ini disutradarai Fajar Nugros dan diproduseri Aoura Lovenson Chandra. Bapak Paling Jujur mendapat klasifikasi usia 13 tahun ke atas.

Andovi da Lopez Jadi Calon Gubernur yang Kehilangan Filter

Jonas Prakoso yang diperankan Andovi da Lopez memahami bahwa citra menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya.

Ia berusaha tampil sebagai sosok pemimpin ideal di hadapan publik. Dalam menjalankan kampanye, Jonas mendapat bantuan Marbun, sahabat sekaligus kepala tim suksesnya yang diperankan Benedictus Siregar.

Keduanya menyusun berbagai strategi untuk meraih dukungan masyarakat. Mereka juga berusaha menjaga citra Jonas agar tetap terlihat positif sepanjang masa kampanye.

Namun, rencana tersebut berubah setelah Jonas terkena kutukan dari neneknya.

Kutukan Membuat Jonas Tak Bisa Berbohong

Kutukan itu membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk menyampaikan kebohongan. Ia tidak lagi bisa menyembunyikan isi pikirannya ketika berhadapan dengan orang lain.

Setiap pikiran yang muncul justru keluar melalui ucapannya. Jonas juga kesulitan memilih kalimat yang aman ketika berada dalam situasi politik yang menuntutnya berhati-hati.

Kondisi tersebut segera menimbulkan persoalan. Ucapan Jonas mulai memengaruhi hubungannya dengan tim sukses, keluarga, lawan politik, hingga masyarakat.

Citra sebagai kandidat yang selama ini ia bangun pun perlahan menghadapi masalah.

Kejujuran Justru Memicu Kekacauan

Situasi semakin rumit karena Jonas tidak mampu mengendalikan perkataannya. Setiap kejujuran yang terlontar berpotensi membuka persoalan baru.

Baca Juga :  Silaturahmi dengan Pengurus KAN Bungtekab, Fadly Amran Paparkan Rencana Stadion PSP, Perda Nagari dan Solusi Truk Parkir

Kondisi itu menjadi sumber komedi utama dalam Bapak Paling Jujur. Film ini menggabungkan kehidupan politik dengan pencitraan, hubungan personal, serta konsekuensi ketika seseorang tidak lagi memiliki kemampuan untuk menyaring perkataannya.

Di tengah persaingan menuju kursi gubernur, Jonas harus mencari cara untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kejujurannya sendiri.

Penonton akan mengikuti perjalanan Jonas ketika kehidupan pribadi dan ambisi politiknya mulai berbenturan dengan kenyataan.

Dibintangi Sejumlah Aktor Indonesia

Selain Andovi da Lopez dan Benedictus Siregar, film Bapak Paling Jujur juga menghadirkan Soleh Solihun, Nayla D Purnama, dan Claresta Taufan Kusumarina.

Fajar Nugros berada di kursi sutradara, sedangkan Aoura Lovenson Chandra bertindak sebagai produser.

Premis film ini bertumpu pada situasi sederhana tetapi memiliki banyak ruang untuk konflik. Seorang kandidat politik yang terbiasa menjaga citra harus menjalani kampanye ketika ia tidak lagi mampu berbohong.

Bapak Paling Jujur Diadaptasi dari Film Brasil

Bapak Paling Jujur merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto yang dirilis pada 2014.

Film tersebut ditulis oleh Paulo Cursino. Versi Indonesia kemudian membawa premis tersebut ke dalam kisah Jonas Prakoso sebagai calon gubernur muda.

Dengan latar politik dan karakter lokal, Bapak Paling Jujur menawarkan konflik yang berangkat dari pertanyaan sederhana: bagaimana jika seorang politisi tidak lagi bisa menyembunyikan kebenaran melalui kata-katanya? (*)

Sumber:

Berita Terkait

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin
Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri
Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!
Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup
Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu
Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu
Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru