Javanusa.com—Keinginan memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarga bisa berubah menjadi petaka ketika seseorang mengabaikan kemampuan finansialnya.
Konflik tersebut menjadi inti cerita film Menang untuk Kalah, drama keluarga yang mengangkat dampak judi online terhadap keharmonisan rumah tangga.
Film garapan Hasto Broto ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 29 Oktober 2026. Dengan durasi 116 menit, film ini menghadirkan kisah tentang ambisi, tekanan ekonomi, dan keputusan keliru yang mengancam keutuhan keluarga.
Ambisi Memiliki Rumah Mewah Berujung Masalah
Cerita berpusat pada Bima (Surya Saputra), seorang suami yang ingin memberikan tempat tinggal lebih nyaman bagi keluarganya. Ia kemudian membeli rumah di kawasan klaster mewah melalui skema kredit.
Tidak berhenti di situ, Bima juga mengganti berbagai barang lama dengan produk baru. Ia kembali memilih pembayaran cicilan demi mewujudkan kehidupan yang menurutnya lebih layak.
Keputusan tersebut membuat Dewi (Lulu Tobing), sang istri, serta kedua anak mereka, Reina (Putri Ziani) dan Rako (Ajil Ditto), merasa bahagia.
Mereka menyambut perubahan itu dengan penuh kebanggaan. Namun, keluarga tersebut tidak mengetahui kondisi keuangan Bima yang sebenarnya.
Tekanan Ekonomi Mengubah Kehidupan Keluarga
Di balik kebahagiaan tersebut, pengeluaran Bima terus menggerus tabungan keluarga. Situasi semakin sulit ketika musibah datang dan menambah beban finansial yang harus ia hadapi.
Dalam kondisi terdesak, Bima mulai mencari cara cepat untuk mengatasi persoalannya. Ia memilih jalan pintas tanpa mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul.
Salah satu keputusan yang ia ambil adalah terlibat dalam judi online (judol). Alih-alih menyelesaikan masalah, pilihan tersebut justru memperburuk keadaan.
Kebahagiaan yang sebelumnya menyelimuti keluarga Bima perlahan berubah menjadi kekecewaan. Keputusan sang kepala keluarga pun membawa konsekuensi yang harus mereka hadapi bersama.
Deretan Aktor Bintangi Drama Keluarga
Menang untuk Kalah menghadirkan sejumlah aktor Indonesia, antara lain Yessy Gusman, Surya Saputra, Lulu Tobing, Ajil Ditto, dan Putri Ziani.
Hasto Broto bertindak sebagai sutradara sekaligus produser bersama Salman Alfarisy. Film ini mengangkat persoalan keluarga melalui konflik finansial dan dampak keputusan impulsif.
Kisah Bima menjadi gambaran tentang bagaimana keinginan memenuhi kebutuhan keluarga dapat berubah menjadi tekanan ketika tidak diimbangi perencanaan keuangan yang matang. (*)
Informasi Film Menang untuk Kalah
| Judul | Menang untuk Kalah |
| Genre | Drama keluarga |
| Tanggal tayang | 29 Oktober 2026 |
| Durasi | 116 menit |
| Klasifikasi usia | 17 tahun ke atas |
| Sutradara | Hasto Broto |
| Produser | Hasto Broto, Salman Alfarisy |
| Pemeran | Yessy Gusman, Surya Saputra, Lulu Tobing, Ajil Ditto, Putri Ziani |






