Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Lolos SIFF 2026, Ekraf: Bukti Daya Saing Sinema Indonesia

Penulis -

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkraf Irene Umar (tengah), bersama Wamendukbangga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kanan), serta Wamen PPPA, Veronica Tan (kiri), menghadiri preview screening film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) di XXI Agora Mall, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Wamenkraf Irene Umar (tengah), bersama Wamendukbangga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kanan), serta Wamen PPPA, Veronica Tan (kiri), menghadiri preview screening film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) di XXI Agora Mall, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Foto: Kementerian Ekraf)

Jakarta, Javanusa—Film Indonesia Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (My Own Last Supper) berhasil menembus ajang bergengsi Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa karya perfilman nasional dengan cerita kuat dan relevan memiliki peluang besar bersaing di tingkat internasional.

Film hasil kolaborasi Matta Cinema Production dan Ruang Basbeth Bercerita itu mengangkat dinamika keluarga Tionghoa-Indonesia yang hidup dengan trauma identitas etnis, namun tetap menghadirkan pesan tentang harmoni dan kemanusiaan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kualitas cerita menjadi kekuatan utama yang membawa film tersebut mampu menembus festival film internasional.

“Selamat atas pencapaian film Indonesia yang mengangkat kehidupan dari berbagai sisi anak, dewasa, dan orang tua dengan penyajian sinematik yang menarik. Dengan cerita yang berkualitas tentu film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang memiliki daya saing untuk menjangkau layar internasional,” ujar Irene Umar usai preview screening di XXI Agora Mall, Jakarta, Jumat (17/7).

Angkat Nilai Keluarga dan Kemanusiaan

Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Menurutnya, film tersebut menyajikan kisah keluarga yang dekat dengan realitas masyarakat sekaligus membawa pesan kemanusiaan yang dapat diterima lintas budaya.

“Film My Own Last Supper memiliki makna keluarga yang sangat mendalam. Penonton akan diajak mengikuti perjalanan hidup seseorang yang tidak mudah, tetapi harus mampu bertahan. Intinya, film ini akan mengingatkan kita untuk kembali kepada keluarga dan banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari dinamika keluarga yang disajikan,” kata Isyana.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan. Ia menilai alur cerita film mampu menggambarkan pergulatan batin setiap tokoh secara emosional.

Baca Juga :  Artis Marissa Haque Meninggal Dunia

“Setelah menonton, kita bisa memahami konflik batin dari setiap personal yang ada dalam cerita ini. Ada orang tua yang sudah ditinggal oleh istrinya. Selain itu, bagaimana perasaan anak-anak dalam menghadapi situasi keluarga Tionghoa yang bergejolak,” ujar Veronica.

Adaptasi Novel dan Angkat Sejarah Kemanusiaan

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang merupakan adaptasi novel karya Wisnu Suryaning Adji yang diterbitkan Bentang Pustaka. Kisahnya menyoroti kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia dengan latar sejarah yang membentuk trauma psikologis sekaligus memperlihatkan pentingnya keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Produser film, Nugroho Dewanto, mengatakan tim produksi ingin menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

“Kami merasa penting membuat film ini karena ingin menunjukkan kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia sebagai sesuatu yang normal, hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang. Kami berharap film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang menjadi pengingat agar sejarah kelam yang pernah terjadi tidak terulang kembali dan masyarakat bisa melihat bahwa pada dasarnya kita semua sama,” tutur Nugroho Dewanto.

Ekraf Perkuat Daya Saing Perfilman Nasional

Keberhasilan film tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperkuat industri perfilman Indonesia melalui dukungan terhadap karya orisinal, perluasan jejaring internasional, serta pembukaan akses ke pasar global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan subsektor film, animasi, dan video menjadi sektor ekonomi kreatif dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni mencapai 17,59 persen.

Menutup acara, Irene Umar mengajak masyarakat mendukung perfilman nasional dengan menonton karya-karya Indonesia, termasuk My Own Last Supper atau Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang.

“Kami mengajak masyarakat untuk menonton My Own Last Supper atau film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang sebagai wujud memberikan dukungan bagi perfilman Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya

Preview screening film tersebut turut dihadiri Staf Khusus Bidang Penguatan Ekosistem Ekraf dan Data Jago Anggara, Ketua Umum Eka Tjipta Foundation sekaligus CEO DAAI TV Indonesia Hong Tjhin, produser Lyza Anggraheni, serta para pemain, di antaranya Verdi Solaiman, Melissa Karim, dan Jessy Davita. (*)

Berita Terkait

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin
Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri
Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!
Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup
Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu
Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu
Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru