Fun Asia Expo 2026 Dorong Investasi dan Inovasi Industri Rekreasi Keluarga di Indonesia

Penulis -

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa membuka Pameran “Fun Asia Expo 2026” di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8). (Foto: Kemenpar)

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa membuka Pameran “Fun Asia Expo 2026” di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memanfaatkan penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 sebagai momentum untuk mempercepat investasi dan inovasi di industri rekreasi keluarga.

Langkah ini penting karena permintaan terhadap wisata berbasis pengalaman terus meningkat dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Fun Asia Expo 2026 berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 5–6 Agustus 2026. Ajang ini menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 12 negara yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari pengelola taman rekreasi, theme park, water park, penyedia teknologi, hingga investor di bidang atraksi wisata.

Saat membuka pameran pada Rabu (5/8), Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpelaku industri sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi terbaru.

“Konsistensi penyelenggaraan pameran ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun industri rekreasi keluarga di Indonesia,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Wisata Keluarga Terus Berkembang

Ni Luh Puspa menjelaskan, segmen wisata keluarga terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan U.S. Family Travel Survey tahun lalu, minat masyarakat untuk berwisata bersama keluarga tetap tinggi, dengan theme park dan water park menjadi salah satu destinasi favorit.

Menurutnya, keberadaan taman hiburan kini tidak lagi sekadar melengkapi destinasi wisata. Atraksi tersebut telah menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung, memperpanjang lama tinggal, serta menciptakan pengalaman yang lebih berkesan.

“Dalam konteks inilah industri rekreasi keluarga memiliki peran yang semakin strategis. Ketika kita membangun taman rekreasi dan berbagai atraksi lainnya, sesungguhnya kita tidak hanya membangun sebuah destinasi, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman berwisata,” ujar Ni Luh Puspa.

Baca Juga :  Kemenpar Perkuat Pasar Wisata Premium Domestik Lewat Luxury Business Networking
Peluang Investasi Semakin Terbuka

Lebih lanjut, Wamenpar menegaskan bahwa pengembangan industri rekreasi keluarga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam membangun pariwisata berkualitas. Fokusnya bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan pengalaman yang bernilai bagi masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor ini. Selain didukung meningkatnya mobilitas wisatawan, budaya berkumpul lintas generasi yang telah mengakar di masyarakat juga menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun destinasi ramah keluarga.

Data hingga Juni 2026 menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta orang atau naik 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 630,41 juta perjalanan atau meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Industri

Melihat potensi tersebut, Kementerian Pariwisata terus mendorong investasi, inovasi, dan pengembangan atraksi wisata yang disesuaikan dengan karakteristik setiap daerah. Upaya itu membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, asosiasi, dan masyarakat.

“Fun Asia Expo 2026 memiliki arti yang sangat strategis. Pameran ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan, membuka peluang investasi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang akan memperkuat ekosistem industri rekreasi keluarga Indonesia,” kata Ni Luh Puspa.

Ia berharap penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026 mampu menghasilkan berbagai terobosan yang meningkatkan daya saing industri rekreasi nasional sekaligus menghadirkan destinasi wisata yang semakin berkualitas, inklusif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semoga pameran ini berjalan sukses dan menjadi katalis bagi tumbuhnya industri rekreasi keluarga yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas di tingkat global,” ujar Ni Luh Puspa.

Baca Juga :  Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan

Pada pembukaan acara tersebut, Wamenpar didampingi Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata Fadjar Hutomo serta Asisten Deputi Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi, dan Pameran Kementerian Pariwisata Yohanes De Britto Titus Haridjati. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru