Kemenpar Siapkan Quick Wins Pariwisata Nasional, Target Wisatawan Tembus 17,6 Juta

Penulis -

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakornas Pariwisata 2026 yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 resmi ditutup di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Rakornas Pariwisata 2026 yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 resmi ditutup di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan Rakornas Pariwisata 2026 yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 menghasilkan langkah konkret lintas sektor.

Wamenpar menyampaikan hal itu saat menutup Rakornas di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Kemenpar menyusun Matriks Tindak Lanjut 2026 untuk integrasi program lintas lembaga.

“Kami juga telah menetapkan skema kinerja untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta memperkuat sinergi melalui berbagai MoU dan Rencana Aksi Bersama sebagai quick wins ke depan,” kata Wamenpar.

Target Pariwisata Nasional 2026

Di tengah ketidakpastian global, Wamenpar optimistis target pariwisata 2026 tercapai melalui kolaborasi kuat.
Target tersebut mencakup kunjungan wisatawan mancanegara 16 juta hingga 17,6 juta.

Selain itu, wisatawan nusantara ditargetkan mencapai 1,18 miliar perjalanan sepanjang tahun.
Devisa pariwisata juga ditargetkan sebesar 22 hingga 24,7 miliar dolar AS.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB ditetapkan pada angka 4,6 hingga 4,7 persen.

Wamenpar menegaskan capaian ini mencerminkan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Maka dari itu, akselerasi implementasi Undang-Undang Kepariwisataan juga kerangka RIPPARNAS harus segera kita tindak lanjuti sebagai basis pembangunan ke depan,” kata Wamenpar.

Penguatan ORIK dan Pariwisata Berkelanjutan

Wamenpar mengapresiasi Deklarasi Gerakan Keberlanjutan yang mengukur jejak karbon pariwisata.
Kesepakatan ini juga mendorong pengelolaan wisata berbasis konservasi lingkungan.

Ia menegaskan Indonesia siap memimpin pariwisata dunia yang bertanggung jawab. Prinsip optimalisasi, resiliensi, inovasi, dan keberlanjutan (ORIK) menjadi dasar kebijakan.

“Pastikan setiap kebijakan yang kita ambil selaras dengan pilar optimalisasi, resiliensi, inovasi, dan keberlanjutan (ORIK). Mari kita buktikan bahwa pariwisata Indonesia adalah sumber harapan dan katalisator bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dunia,” ujar Wamenpar.

Baca Juga :  Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
Dukungan Kementerian Dalam Negeri

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penyelarasan visi pembangunan pariwisata nasional.

Ia menyebut kolaborasi menjadi kunci penguatan ekosistem pariwisata daerah.

Kemendagri siap membantu mengatasi tantangan infrastruktur dan regulasi daerah. Bima Arya juga menyoroti penguatan budaya, hospitality, dan city branding.

“Kemendagri siap mengidentifikasi kebijakan-kebijakan yang menghambat kepala daerah dalam mendongkrak sektor pariwisatanya. Terkait perhotelan, pajak, maupun regulasi lainnya, mari kita review bersama. Kementerian Dalam Negeri siap berkolaborasi membangun co-creation bersama seluruh insan pariwisata,” kata Bima.

Rakornas Jadi Living Document

Ketua Panitia Rakornas Pariwisata 2026 Frans Teguh menyebut hasil Rakornas menjadi living document.
Dokumen ini akan ditindaklanjuti dalam program strategis lintas unit kerja.

Ia menegaskan sinergi dengan mitra strategis terus diperkuat. Kolaborasi ini untuk memperkuat ekosistem pariwisata nasional.

“Secara optimal kami akan terus bersinergi dengan para mitra yang hadir dalam forum ini dan juga mitra strategis lainnya, sehingga dapat membangun kolaborasi yang lebih luas menuju ekosistem kepariwisataan nasional yang semakin optimal,” ujar Frans.

Implementasi ORIK di Kepulauan Riau

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan penerapan ORIK di daerah.
Ia menjelaskan strategi optimalisasi melalui paket wisata dan event linkage tourism.

Pada aspek resiliensi, daerah memperkuat diversifikasi pasar wisatawan. Selain itu, standar CHSE diperketat untuk industri pariwisata.

Pada aspek inovasi, digitalisasi pemasaran dan kolaborasi pentahelix diperkuat. Sementara itu, keberlanjutan diarahkan pada konsep pariwisata regeneratif.

“Harapan kami, dukungan dari Kementerian Pariwisata dapat menjadi energi bagi daerah untuk terus memajukan sektor pariwisata,” kata Haris.

Pengukuran Emisi dan Penanaman Pohon

Rakornas Pariwisata 2026 juga mengukur emisi karbon dengan pendekatan terukur. Jejak.in menghitung total emisi kegiatan.

Baca Juga :  Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako

Emisi tercatat mencapai 10 ton kgCO2e dari berbagai aktivitas acara. Sumbernya meliputi venue, transportasi, dokumen, makanan, dan minuman.

Emisi tersebut akan dikompensasi melalui penanaman sekitar 3.092 pohon. Penanaman dilakukan di sembilan lokasi bersama politeknik pariwisata dan badan otorita.

Jenis pohon disesuaikan dengan karakter wilayah seperti mangrove, kopi, dan durian. Program ini juga dimonitor selama tiga tahun untuk memastikan pertumbuhan optimal.

“Terima kasih atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Semoga aksi-aksi kecil seperti ini dapat terus dilakukan demi mendukung Indonesia hijau yang berkelanjutan,” ujar Arfan. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB