Jakarta, Javanusa—Pergerakan wisatawan nusantara terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memanfaatkan momentum tersebut dengan mendukung Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 untuk mendorong masyarakat semakin banyak berlibur ke berbagai destinasi dalam negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan nusantara selama semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan. Jumlah itu meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemenpar menilai pertumbuhan tersebut membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan potensi perjalanan wisatawan domestik perlu terus diperkuat.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat bepergian ke destinasi dalam negeri, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan daerah.
“Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Perjalanan wisatawan tidak hanya memberi dampak kepada industri pariwisata. Mobilitas masyarakat juga menggerakkan transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM.
Ni Made mengatakan pertumbuhan perjalanan domestik harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pilihan utama masyarakat saat merencanakan liburan.
“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujarnya.
GATF 2026 Hadirkan Beragam Pilihan Liburan
GATF 2026 berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Ajang ini menawarkan berbagai pilihan perjalanan, mulai dari tiket penerbangan hingga paket wisata ke sejumlah destinasi Indonesia.
Kementerian Pariwisata turut menghadirkan booth Wonderful Indonesia dengan tema “Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja”.
Sebanyak delapan pelaku usaha pariwisata terkurasi ikut mengisi booth tersebut. Mereka adalah Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management.
Kehadiran para pelaku usaha itu diharapkan memudahkan masyarakat menemukan pilihan paket perjalanan sesuai rencana liburan mereka.
Konektivitas Jadi Faktor Penting Pariwisata
Selain pilihan destinasi, Kementerian Pariwisata menaruh perhatian pada aspek konektivitas. Akses transportasi yang semakin baik dinilai mampu membuka peluang kunjungan ke lebih banyak daerah wisata.
Ni Made menjelaskan konektivitas harus berjalan seiring dengan kesiapan produk dan layanan pariwisata. Kombinasi keduanya dapat mendorong kualitas pengalaman wisatawan.
Wisatawan yang memperoleh pengalaman positif diharapkan tinggal lebih lama, kembali berkunjung, dan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain.
“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.
Dalam konteks tersebut, GATF 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan perjalanan dan produk wisata nasional.
Kemenpar Targetkan Manfaat Ekonomi Lebih Luas
Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata.
“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made. (*)






