GATF 2026 Dorong Wisatawan Nusantara Pilih Liburan di Indonesia

Penulis -

Selasa, 1 September 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini saat sambutan nya dalam penyelenggaraan GATF 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini saat sambutan nya dalam penyelenggaraan GATF 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Pergerakan wisatawan nusantara terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memanfaatkan momentum tersebut dengan mendukung Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 untuk mendorong masyarakat semakin banyak berlibur ke berbagai destinasi dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan nusantara selama semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan. Jumlah itu meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemenpar menilai pertumbuhan tersebut membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan potensi perjalanan wisatawan domestik perlu terus diperkuat.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat bepergian ke destinasi dalam negeri, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan daerah.

“Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Perjalanan wisatawan tidak hanya memberi dampak kepada industri pariwisata. Mobilitas masyarakat juga menggerakkan transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM.

Ni Made mengatakan pertumbuhan perjalanan domestik harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pilihan utama masyarakat saat merencanakan liburan.

“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujarnya.

GATF 2026 Hadirkan Beragam Pilihan Liburan

GATF 2026 berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Ajang ini menawarkan berbagai pilihan perjalanan, mulai dari tiket penerbangan hingga paket wisata ke sejumlah destinasi Indonesia.

Baca Juga :  Fadly Amran Apresiasi West Sumatera Youth Fest 2026, Kota Tua Padang Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Kementerian Pariwisata turut menghadirkan booth Wonderful Indonesia dengan tema “Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja”.

Sebanyak delapan pelaku usaha pariwisata terkurasi ikut mengisi booth tersebut. Mereka adalah Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management.

Kehadiran para pelaku usaha itu diharapkan memudahkan masyarakat menemukan pilihan paket perjalanan sesuai rencana liburan mereka.

Konektivitas Jadi Faktor Penting Pariwisata

Selain pilihan destinasi, Kementerian Pariwisata menaruh perhatian pada aspek konektivitas. Akses transportasi yang semakin baik dinilai mampu membuka peluang kunjungan ke lebih banyak daerah wisata.

Ni Made menjelaskan konektivitas harus berjalan seiring dengan kesiapan produk dan layanan pariwisata. Kombinasi keduanya dapat mendorong kualitas pengalaman wisatawan.

Wisatawan yang memperoleh pengalaman positif diharapkan tinggal lebih lama, kembali berkunjung, dan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain.

“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.

Dalam konteks tersebut, GATF 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan perjalanan dan produk wisata nasional.

Kemenpar Targetkan Manfaat Ekonomi Lebih Luas

Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperbesar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata.

“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru