Genjot Daya Saing Ekspor, Kemendag dan Bapanas Perkuat Keamanan Pangan Nasional

Penulis -

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan MoU antara Kemendag dan Bapanas. (Foto: Kemendag)

Penandatanganan MoU antara Kemendag dan Bapanas. (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memperkuat daya saing produk pangan nasional melalui sinergi antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Kedua lembaga tersebut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penjaminan keamanan dan mutu pangan guna melindungi konsumen sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Moga Simatupang bersama Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto di Jakarta, Senin (8/6), bertepatan dengan peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026.

Penguatan Sistem Keamanan Pangan Hadapi Persaingan Global

Moga mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan pangan nasional di tengah semakin ketatnya standar perdagangan pangan global.

Menurutnya, produk pangan Indonesia harus memenuhi berbagai persyaratan keamanan yang diterapkan negara tujuan ekspor agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem keamanan dan mutu pangan nasional. Selain melindungi konsumen, upaya ini juga bertujuan meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Penguatan kolaborasi tersebut dinilai semakin penting karena tuntutan standar keamanan pangan dunia terus meningkat.

Data perdagangan internasional menunjukkan jumlah notifikasi Sanitary and Phytosanitary (SPS) naik dari 2.147 notifikasi pada 2024 menjadi 2.496 notifikasi pada 2025. Dari jumlah itu, sekitar 47,4 persen berkaitan dengan aspek keamanan pangan.

Di sisi lain, sektor pangan masih menjadi salah satu penopang ekspor nasional. Pada 2025, nilai ekspor subsektor pertanian pangan segar mencapai USD 5,91 miliar atau sekitar 2,09 persen dari total ekspor Indonesia.

Fokus pada Pengawasan, Ketertelusuran, dan Laboratorium Pangan

Melalui kerja sama tersebut, Kemendag dan Bapanas akan memperkuat sejumlah aspek strategis. Langkah itu meliputi pertukaran data dan informasi untuk mendukung kebijakan berbasis risiko, harmonisasi kebijakan keamanan pangan, peningkatan pengawasan terpadu, penguatan sistem ketertelusuran komoditas unggulan, hingga pengembangan jejaring laboratorium pengujian pangan.

Baca Juga :  BI Ungkap Rupiah Masih Undervalued, Perry Warjiyo Beberkan 7 Strategi Penguatan Nilai Tukar

Moga menilai penguatan sistem tersebut akan membantu memperlancar akses produk pangan Indonesia ke pasar ekspor sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri.

Bapanas: Keamanan Pangan Jadi Fondasi Sistem Pangan Nasional

Sementara itu, Deputi Bapanas Andriko Noto Susanto menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh kualitas serta keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Keamanan pangan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sistem pangan nasional. Karena itu, sinergi lintas lembaga perlu terus diperkuat untuk membangun budaya keamanan pangan yang lebih baik,” katanya.

Kerja sama tersebut juga mendukung implementasi berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Lahirkan Program Konkret

Penandatanganan PKS dirangkaikan dengan seminar Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 yang menghadirkan narasumber dari pemerintah dan kalangan akademisi. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida itu diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah.

Salah seorang peserta, Kasniwati, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Madya pada Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat, menyambut positif kerja sama tersebut.

Ia berharap sinergi Kemendag dan Bapanas dapat mendorong standardisasi pengujian laboratorium pangan di Indonesia sehingga berbagai tantangan keamanan pangan dapat ditangani secara lebih efektif.

Selain itu, ia menilai pelibatan pemerintah daerah dalam implementasi program menjadi penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan pangan.

Pemerintah berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada tataran administratif. Sebaliknya, sinergi tersebut diharapkan segera melahirkan program-program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, dan sektor perdagangan nasional secara keseluruhan. (*/red)

Baca Juga :  3.540 Warga Talamau Pasbar Terima Bantuan Beras dari Pemerintah

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru