Gubernur Mahyeldi Paparkan Proyek Strategis Sumbar: Flyover Sitinjau Lauik hingga Pengendalian Banjir

Penulis -

Sabtu, 3 Mei 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mahyeldi memaparkan proyek strategis Sumatera Barat kepada Menteri PUPR Dody Hanggodo. (Foto: adpsb)

Gubernur Mahyeldi memaparkan proyek strategis Sumatera Barat kepada Menteri PUPR Dody Hanggodo. (Foto: adpsb)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menjamu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, pada Jumat malam (2/5/2025).

Acara berlangsung di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan turut dihadiri Anggota DPR RI, Andre Rosiade, serta sejumlah kepala daerah.

Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk memaparkan kemajuan proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat.

Baca Juga: Kunjungan Beruntun Menteri ke Sumbar, Gubernur Mahyeldi: Bukti Perhatian Pusat Sangat Besar

Mahyeldi menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur demi keselamatan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.

Flyover Sitinjau Lauik Masuk Skema KPBU

Dalam paparannya, Mahyeldi menyoroti proyek pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik. Proyek ini sangat dinanti masyarakat dan masuk dalam skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU-AP).

Jalan eksisting sepanjang 2,2 kilometer akan dikembangkan menjadi 2,789 kilometer.

Baca Juga: Gubernur Mahyeldi Ajak Perantau Perkuat Bank Nagari, Dapat Dukungan Gebu Minang

Flyover ini akan melintasi Kelurahan Indarung dan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Kebutuhan lahan mencapai sekitar 18,7 hektare, terdiri atas 10,1 hektare lahan masyarakat dan 8,59 hektare kawasan hutan lindung.

Penetapan lokasi telah ditandatangani melalui SK Gubernur Nomor 620-294-2024 sejak 5 April 2024.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Dorong Hilirisasi Sawit untuk Tingkatkan Nilai Ekspor

Lima dari sepuluh bidang tanah yang dibutuhkan telah bersertifikat. Sementara sisanya masih dalam proses pembebasan.

“Ini kawasan rawan longsor dan sangat berbahaya bagi pengendara. Flyover ini menyangkut keselamatan nyawa,” tegas Mahyeldi.

Usulan Infrastruktur Lainnya

Selain flyover, Mahyeldi mengusulkan beberapa proyek prioritas lain yang mendesak untuk ditangani. Di antaranya:

1. Irigasi Bandar Sirukam (Solok)

Irigasi rusak berat dan status kewenangan tumpang tindih sejak keluarnya Permen PUPR No.14 Tahun 2015.

Baca Juga :  Badan Usaha di Kota Padang Wajib Kelola Sampah Secara Mandiri

2. Sabo Dam Marapi dan Singgalang (Agam-Tanah Datar)

Baru sembilan dari 56 unit sabo dam yang direncanakan masuk tahap perencanaan. Padahal, aktivitas Gunung Marapi masih tinggi dan memicu ancaman galodo.

3. Pengendalian Banjir Batang Sumpur dan Batang Batahan (Pasaman dan Pasbar)

Banjir menyebabkan kerusakan besar, merendam rumah, merusak jembatan, dan menimbulkan korban jiwa.

4. Pengamanan Pantai Air Haji (Pesisir Selatan)

Abrasi pantai mengakibatkan rumah nelayan roboh dihantam gelombang laut.

5. Kolam Retensi Batang Maransi (Kota Padang)

Banjir merendam pusat pemerintahan, rumah sakit, kampus, dan permukiman warga.

6. Normalisasi Sungai dan Penanganan Longsor

Mahyeldi juga mengusulkan normalisasi sungai di daerah terdampak erupsi Marapi. Selain itu, penanganan longsoran di kawasan Ngarai Sianok juga menjadi perhatian utama.

Respon Menteri PUPR

Menanggapi paparan tersebut, Menteri Dody Hanggodo menyambut baik semua usulan tersebut. Ia mendorong Pemprov Sumbar segera menyusun proposal resmi dan detail.

“Silakan ajukan proposal lengkap. Kami siap mempelajarinya dan menjadikan prioritas nasional. Terlebih lagi, ada dukungan dari DPR RI seperti Pak Andre Rosiade,” ujar Menteri Dody. (*/red)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru