Pessel, Javanusa—Enam orang instruktur dari UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang. Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga minggu, mulai 11 Agustus hingga 1 September 2025.
Para instruktur ini berasal dari berbagai bidang keahlian yang ada di BLK Painan. Mereka mengikuti pelatihan dengan metode Project Based Learning (PBL) yang kini menjadi pendekatan unggulan dalam dunia pelatihan vokasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ketenagakerjaan.
“Enam instruktur kita dikirim ke BPVP Padang. Materi yang mereka pelajari sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Pessel, Gunawan saat dihubungi Kamis (28/8/2025).
Gunawan menyebut, metode PBL memberi ruang kepada peserta pelatihan untuk menyelesaikan proyek nyata. Hal ini dinilai lebih efektif dalam membekali pencari kerja dengan keterampilan aplikatif.
“Instruktur kita harus siap menguasai teknologi dan sistem kerja yang dibutuhkan industri. Ini kunci agar lulusan BLK punya daya saing,” tambahnya.
Selama pelatihan, para instruktur mendapatkan berbagai materi terkini, di antaranya:
-
- Hydroponic Automation System
- Automation Irrigation System
- Digital Office Administration berbasis Google Workspace
- Pembuatan Konten Pemasaran via Smartphone
- Pemasangan Sistem Integrasi Bangunan Cerdas
Gunawan menjelaskan, pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan potensi lapangan kerja dan tren kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa depan.
“Kita ingin BLK Painan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman. Instruktur adalah ujung tombaknya,” jelasnya.
Setelah pelatihan selesai, para instruktur akan menyusun rencana implementasi metode PBL di masing-masing kejuruan.
Tidak hanya itu, mereka juga akan diminta menyusun modul pembelajaran baru yang lebih praktis dan berbasis kebutuhan industri.
Pemkab Pessel melalui Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap hasil implementasi pelatihan tersebut di tingkat lokal.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan materi pelatihan sesuai dengan standar pelatihan nasional sekaligus kebutuhan pasar kerja saat ini.
Gunawan menyebut ke depan, BLK tidak hanya menjadi tempat pelatihan teknis, tapi juga pusat pembentukan wirausaha mandiri.
“Kita dorong instruktur tidak hanya mencetak pencari kerja, tapi juga calon-calon wirausahawan baru di Pesisir Selatan,” ujarnya.
Kerja sama antara Pemkab Pessel dan BPVP Padang dinilai akan terus diperkuat guna mendukung pengembangan SDM lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Menurut Gunawan, peningkatan kualitas instruktur akan berdampak langsung pada kualitas lulusan pelatihan vokasi di daerah.
“Kalau instruktur kita unggul, maka hasil pelatihannya juga unggul. Ini investasi jangka panjang dalam pembangunan tenaga kerja,” ungkap Gunawan.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para instruktur mampu mentransfer ilmu dan keterampilan secara maksimal kepada para peserta pelatihan di BLK Painan.
Gunawan optimistis, program ini akan berdampak signifikan dalam menekan angka pengangguran dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru.
“Apalagi beberapa bidang yang dipelajari sangat potensial dikembangkan di Pessel, seperti pertanian cerdas dan pemasaran digital,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan BLK ke depan akan semakin diarahkan menjadi pusat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan daerah.
“Kolaborasi dengan kementerian dan balai pelatihan tingkat nasional akan terus kita maksimalkan,” ucapnya.
Gunawan menegaskan peningkatan kualitas instruktur bukan sekadar program jangka pendek, tapi bagian dari strategi penguatan daya saing tenaga kerja lokal. (yoniks)






