Habis Terpeleset? Kenali Bahaya Cedera Tulang Ekor dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi terpeleset. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi terpeleset. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Terpeleset lalu jatuh dalam posisi terduduk bisa membuat tulang ekor terasa nyeri. Keluhan tersebut dapat membaik sendiri, tetapi benturan keras juga bisa menyebabkan cedera yang lebih serius.

Rasa sakit biasanya muncul ketika seseorang hendak duduk, berdiri, atau berjalan. Karena itu, nyeri setelah jatuh perlu dipantau, terutama jika keluhan berlangsung lama atau muncul bersama gejala lain.

Mengapa Tulang Ekor Bisa Sakit Setelah Terjatuh?

Tulang ekor berada di bagian paling bawah tulang belakang. Bagian ini membantu menopang tubuh sekaligus menjaga kestabilan saat seseorang duduk dan bergerak.

Ketika tubuh kehilangan keseimbangan di permukaan licin, seseorang dapat jatuh dengan posisi terduduk. Benturan langsung pada bokong kemudian dapat menyebabkan tulang ekor memar, bergeser, atau bahkan mengalami retak.

Risiko cedera juga berbeda pada setiap orang. Pada orang muda, benturan mungkin hanya menimbulkan memar dan nyeri sementara.

Sementara itu, lansia memiliki risiko cedera yang lebih berat setelah jatuh. Kondisi tersebut bahkan dapat membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Cedera Serius Bisa Terjadi Setelah Jatuh

Benturan akibat jatuh tidak selalu hanya mengenai tulang ekor. Cedera juga dapat melibatkan tulang belakang dan jaringan di sekitarnya.

Dalam kondisi tertentu, cedera tulang belakang dapat menyebabkan perdarahan atau gangguan saraf. Cedera berat bahkan berpotensi menyebabkan kelumpuhan.

Patah tulang juga menjadi salah satu kemungkinan setelah benturan keras. Karena itu, jangan menganggap semua nyeri setelah jatuh sebagai memar biasa.

Orang dengan riwayat stroke juga perlu lebih waspada. Gangguan kesehatan dan faktor risiko yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah serius setelah kejadian jatuh.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Setelah terpeleset, perhatikan perubahan kondisi tubuh selama beberapa hari berikutnya. Jika nyeri berangsur membaik dan tidak muncul keluhan lain, kondisi biasanya tidak perlu membuat panik.

Baca Juga :  Kenapa Burger Tidak Sehat? Ini 5 Risiko yang Bisa Mengancam Kesehatan

Namun, pemeriksaan medis diperlukan bila nyeri bertahan selama berminggu-minggu. Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan jika keluhan justru bertambah berat.

Segera cari pertolongan medis jika setelah jatuh muncul tanda berikut:

    • Kehilangan kesadaran.
    • Sakit kepala hebat disertai mual, muntah, atau kebingungan.
    • Perdarahan yang tidak berhenti setelah 15 menit mendapat tekanan.
    • Kesulitan berbicara secara tiba-tiba.
    • Kesulitan berjalan secara mendadak.

Cedera tulang ekor yang cukup berat juga dapat menimbulkan nyeri saat duduk, berdiri, atau berjalan. Rasa sakit dapat semakin terasa ketika tubuh sedikit membungkuk ke depan saat hendak duduk.

Keluhan lain yang mungkin menyertai cedera antara lain memar dan pembengkakan pada tulang ekor atau punggung bawah. Nyeri juga dapat menjalar dari bokong menuju paha hingga kaki.

Beberapa aktivitas dapat memperparah rasa sakit. Contohnya buang air besar, mengangkat benda berat, dan melakukan hubungan seksual.

Cara Mengatasi Nyeri Tulang Ekor Setelah Terpeleset

Penanganan awal dapat membantu mengurangi nyeri dan memberikan waktu bagi jaringan yang mengalami cedera untuk pulih. Dikutip dari Klikdokter, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Kompres Dingin

Tempelkan kompres dingin pada area tulang ekor selama 15–20 menit. Ulangi hingga empat kali sehari selama nyeri masih terasa.

2. Gunakan Bantalan Saat Duduk

Gunakan bantalan duduk yang empuk untuk mengurangi tekanan pada tulang ekor. Bantal berbentuk donat dapat membantu mengalihkan sebagian beban dari area yang mengalami cedera.

Hindari duduk terlalu lama, terutama pada permukaan yang keras. Berikan jeda dengan berdiri atau berjalan ringan sesuai kemampuan.

3. Pertimbangkan Obat Pereda Nyeri

Obat seperti paracetamol, ibuprofen, atau aspirin dapat membantu meredakan nyeri. Namun, konsultasikan penggunaannya dengan dokter jika memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal.

Baca Juga :  5 Bahaya Tanaman Kecubung yang Perlu Diwaspadai, Bisa Sebabkan Halusinasi hingga Kerusakan Organ

Konsultasi juga penting bagi orang yang sedang mengonsumsi obat lain. Langkah tersebut membantu mencegah interaksi obat atau efek samping yang tidak diinginkan.

4. Lakukan Peregangan Ringan

Peregangan pada punggung, bokong, dan pinggul dapat membantu mengurangi ketegangan otot di sekitar tulang ekor. Lakukan gerakan secara perlahan dan hentikan jika nyeri bertambah.

5. Batasi Waktu Duduk

Duduk dalam waktu lama dapat memberikan tekanan tambahan pada tulang ekor. Karena itu, ubah posisi secara berkala dan hindari aktivitas duduk yang berlangsung terlalu lama.

6. Berendam dengan Air Hangat

Air hangat dapat membantu membuat otot lebih rileks, termasuk otot di sekitar tulang ekor. Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Batasi waktu berendam sekitar 10 menit. Jangan menggunakan cara ini jika kondisi cedera memerlukan pemeriksaan medis segera.

7. Perbanyak Asupan Serat

Konsumsi makanan berserat dapat membantu menjaga tinja tetap lunak. Langkah ini penting karena mengejan saat buang air besar dapat meningkatkan tekanan dan memperburuk nyeri tulang ekor.

Jangan Abaikan Nyeri yang Tidak Kunjung Membaik

Nyeri tulang ekor setelah terpeleset dapat membaik secara bertahap. Namun, keluhan yang tidak berkurang setelah lebih dari satu minggu perlu mendapat perhatian.

Selama pemulihan, hindari duduk terlalu lama di permukaan keras. Jika nyeri menetap, semakin berat, atau muncul bersama gejala lain, pemeriksaan dokter menjadi langkah yang tepat. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru