Harga Telur Ayam Turun, Kementan Perkuat Serapan Pasar dan Hilirisasi Produk Peternakan

Penulis -

Senin, 11 Mei 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan memperkuat serapan pasar dan hilirisasi produk peternakan untuk menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat peternak. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Kementan memperkuat serapan pasar dan hilirisasi produk peternakan untuk menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat peternak. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat serapan pasar dan hilirisasi produk peternakan untuk menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat peternak.

Langkah ini dilakukan setelah harga telur berfluktuasi di sejumlah daerah akibat tingginya pasokan dan melemahnya daya serap pasar dalam beberapa pekan terakhir.

Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah memahami tekanan yang dihadapi peternak layer rakyat akibat penurunan harga di tingkat produsen.

“Kami memahami tekanan yang dirasakan peternak layer rakyat akibat fluktuasi harga telur. Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” ujar Agung di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pemerintah terus berpihak kepada peternak nasional melalui berbagai langkah stabilisasi pasar.

“Kita berpihak pada peternak Indonesia. Jangan biarkan peternak kita berjalan sendiri. Kami akan terus memperjuangkan dan membela peternak,” tegas Mentan Amran.

Perkuat Distribusi dan Serapan Pasar

Agung menjelaskan Kementan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, asosiasi peternak, dan pelaku usaha. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan telur nasional.

“Kami terus mendorong penguatan serapan pasar, distribusi antardaerah, hilirisasi produk peternakan, serta optimalisasi pemanfaatan telur pada berbagai program pemenuhan gizi masyarakat. Langkah ini penting agar harga di tingkat peternak dapat kembali bergerak lebih stabil,” katanya.

Ia menambahkan Indonesia memiliki kapasitas produksi telur yang kuat sebagai penopang ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat tata niaga dan distribusi agar manfaat ekonomi dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat.

Baca Juga :  Komdigi Prakarsai AI Center of Excellence Bersama Indosat, Cisco dan NVIDIA untuk Perkuat Daya Saing AI Nasional

“Produksi yang kuat adalah modal penting bangsa. Karena itu, yang perlu diperkuat adalah tata niaga, distribusi, dan hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat,” tambahnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan penyerapan telur nasional. Mentan Amran sebelumnya menyebut program tersebut mampu menjadi bantalan pasar saat terjadi kelebihan pasokan produksi.

Hilirisasi Perluas Pasar Peternak

Selain memperkuat serapan pasar, Kementan juga memperluas hilirisasi produk peternakan untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka pasar baru bagi hasil produksi peternak rakyat.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH, Makmun, mengatakan hilirisasi menjadi strategi penting dalam menciptakan stabilitas usaha subsektor peternakan.

“Kami terus mendorong pengembangan produk olahan telur dan diversifikasi pemanfaatan hasil peternakan agar pasar semakin luas. Hilirisasi akan membantu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat stabilitas usaha peternak,” kata Makmun.

Menurutnya, peningkatan konsumsi protein hewani juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan subsektor peternakan nasional.

“Kami optimistis konsumsi telur nasional masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan. Dengan penguatan edukasi gizi dan perluasan pemanfaatan produk peternakan dalam berbagai program pemerintah, peluang pasar ke depan akan semakin besar,” ujarnya.

Asosiasi Pastikan Kondisi Peternak Kondusif

Di tengah dinamika harga telur, sejumlah asosiasi peternak memastikan kondisi di lapangan masih kondusif. Ketua Rumah Kebersamaan BKT NT Blitar, Eti, mengatakan aktivitas perdagangan telur tetap berjalan dengan mengacu pada harga yang telah disepakati bersama.

“Kondisi peternak ayam petelur di Blitar saat ini secara umum masih dalam situasi yang kondusif. Aktivitas perdagangan telur di tingkat peternak tetap berjalan dengan mengacu pada harga harmoni yang telah disepakati bersama,” ujar Eti.

Baca Juga :  BPTUHPT Padang Mengatas Salurkan 138 Sapi Bibit Unggul, PNBP Semester I 2026 Tembus 64,31 Persen

Ia menyebut harga telur saat ini masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Kondisi itu dipengaruhi tingginya pasokan dan melemahnya daya serap pasar.

Hal serupa disampaikan Ketua Koperasi Unggas Sejahtera Kendal, Suwardi. Menurutnya, peternak di wilayah Kendal dan sekitarnya terus berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat lapangan.

“Peternak layer di wilayah Kendal dan sekitarnya tetap berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif, termasuk menjaga harga jual telur agar tidak terus mengalami penurunan,” ujar Suwardi.

Sementara itu, pemerintah daerah mulai memperkuat langkah penanganan melalui koordinasi lintas sektor. Di Kabupaten Magetan, salah satu upaya yang dibahas ialah meningkatkan penyerapan telur melalui penambahan menu berbasis telur pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kementerian Pertanian memastikan akan terus mengawal stabilisasi subsektor peternakan melalui penguatan distribusi, serapan pasar, hilirisasi, dan peningkatan konsumsi protein hewani. Langkah itu dilakukan agar peternak rakyat tetap kuat dan subsektor peternakan nasional semakin berdaya saing. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB