Javanusa.com—Cuaca dingin sering membuat banyak orang mengalami hidung tersumbat. Kondisi ini ternyata tidak selalu menandakan seseorang sedang sakit.
Dalam banyak kasus, hidung justru sedang menjalankan fungsi alaminya untuk menghangatkan dan melembapkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
Namun, jika keluhan disertai gejala lain, hidung tersumbat juga dapat menjadi tanda gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai.
Hidung memiliki peran penting dalam menyaring, menghangatkan, dan melembapkan udara yang dihirup. Saat udara dingin dan kering masuk ke saluran pernapasan, selaput hidung akan meningkatkan produksi air dan lendir untuk menjaga kelembapan serta suhu di dalam rongga hidung.
Semakin rendah suhu dan kelembapan udara, semakin banyak lendir yang dihasilkan. Akibatnya, saluran hidung bisa terasa penuh dan memicu hidung tersumbat.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh respons alami tubuh. Berikut beberapa penyebab lain hidung tersumbat saat dingin.
1. Alergi Musiman
Salah satu penyebab paling umum ialah rinitis alergi atau hay fever. Gejala biasanya muncul atau memburuk pada musim tertentu, termasuk saat musim hujan.
Pada periode ini, tanaman menghasilkan lebih banyak serbuk sari yang mudah terbawa angin. Ketika serbuk sari terhirup, tubuh dapat memicu reaksi alergi berupa hidung tersumbat, bersin, hingga hidung berair.
Selain itu, jamur juga berkembang lebih cepat di lingkungan yang lembap. Bagi penderita alergi jamur, kondisi tersebut dapat memperparah keluhan pada saluran pernapasan.
2. Sinusitis
Hidung tersumbat yang disertai rasa tertekan di sekitar pipi, dahi, atau mata bisa mengarah pada sinusitis, yaitu peradangan pada rongga sinus.
Saat cuaca dingin, produksi lendir meningkat sehingga cairan lebih mudah menumpuk di rongga hidung. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri dan memicu iritasi pada sinus.
Walaupun gejalanya menyerupai rinitis, sinusitis berbeda karena peradangannya terjadi di rongga sinus. Sementara itu, rinitis menyerang selaput lendir hidung. Rinitis yang berlangsung lama juga dapat berkembang menjadi sinusitis.
3. Flu Lebih Mudah Menyerang
Cuaca dingin juga berkaitan dengan meningkatnya risiko flu. Penelitian yang dipublikasikan dalam Open Forum Infectious Diseases menunjukkan bahwa udara dingin dan kering dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi virus influenza.
Udara dingin dapat mengganggu fungsi alami hidung dalam menyaring kuman. Di sisi lain, sistem kekebalan tubuh juga cenderung menurun sehingga virus lebih mudah menginfeksi.
Risiko penularan semakin tinggi karena banyak orang menghabiskan waktu bersama di dalam ruangan saat suhu udara rendah.
4. Rinitis Vasomotor
Penyebab lain hidung tersumbat saat cuaca dingin adalah rinitis vasomotor atau rinitis nonalergi. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada rongga hidung dengan gejala yang hampir sama seperti alergi, yakni hidung tersumbat dan sering bersin.
Berbeda dengan rinitis alergi, penyebab rinitis vasomotor belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor dapat memicunya, seperti udara dingin dan kering, makanan pedas, polusi udara, maupun penggunaan obat-obatan tertentu.
Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Saat Cuaca Dingin
Jika hidung tersumbat muncul ketika suhu udara menurun, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan.
1. Gunakan humidifier
Humidifier membantu menjaga kelembapan udara di dalam ruangan. Udara yang lebih lembap dapat mengurangi iritasi pada saluran hidung dan membuat pernapasan lebih nyaman.
2. Perbanyak minum air putih
Asupan cairan yang cukup membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah keluar dari rongga hidung.
3. Hirup uap hangat
Menghirup uap dari air hangat dapat membantu melonggarkan lendir yang menyumbat saluran hidung sekaligus membuat pernapasan terasa lebih lega.
4. Konsumsi obat sesuai penyebabnya
Apabila hidung tersumbat dipicu alergi, dokter dapat merekomendasikan obat antihistamin atau terapi alergi lainnya.
Sementara itu, jika bukan karena alergi, obat pilek yang mengandung dekongestan dapat membantu meredakan sumbatan pada hidung. Sebaiknya gunakan obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
5. Lakukan irigasi hidung
Membersihkan rongga hidung menggunakan larutan saline melalui neti pot atau alat semprot khusus dapat membantu mengeluarkan lendir dan membersihkan saluran hidung.
6. Gunakan nasal spray dengan benar
Obat semprot hidung juga dapat membantu mengencerkan lendir. Meski tersedia bebas di apotek, penggunaannya tetap sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter agar tidak memperburuk kondisi, terutama pada penderita alergi.
7. Manfaatkan rempah alami
Jahe, bawang putih, dan cabai mengandung senyawa yang dipercaya membantu mengurangi penumpukan lendir dan melancarkan saluran pernapasan. Rempah-rempah tersebut dapat dikonsumsi sebagai bahan makanan atau diolah menjadi minuman hangat, seperti teh jahe.
Kapan Harus ke Dokter?
Hidung tersumbat akibat cuaca dingin umumnya akan membaik setelah suhu tubuh dan kelembapan saluran napas kembali normal.
Namun, segera periksakan diri ke dokter apabila keluhan tidak kunjung membaik, disertai demam, nyeri wajah yang berat, atau gangguan pernapasan agar penyebabnya dapat dipastikan dan memperoleh penanganan yang tepat. (*/red)






