Javanusa.com—Tidur siang memang membantu memulihkan energi dan meningkatkan konsentrasi. Namun, kebiasaan tidur siang terlalu lama justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga menurunkan kualitas tidur pada malam hari.
Tidur siang sering menjadi solusi saat tubuh terasa lelah akibat kurang tidur atau aktivitas yang padat sejak pagi. Meski bermanfaat, durasi tidur siang yang berlebihan dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Gangguan ritme tersebut berpotensi memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Sejumlah penelitian bahkan menemukan hubungan antara tidur siang yang terlalu lama dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis.
Risiko Sindrom Metabolik Meningkat
Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko sindrom metabolik. Kondisi ini merupakan kumpulan gangguan kesehatan yang meliputi penumpukan lemak di perut, kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol yang tidak normal.
Penelitian menunjukkan risiko sindrom metabolik mulai meningkat ketika seseorang tidur siang lebih dari 40 menit. Bahkan, tidur siang selama 1,5 hingga 3 jam dikaitkan dengan kenaikan risiko mencapai 50 persen.
Berkaitan dengan Diabetes Tipe 2
Temuan lain berasal dari penelitian University of Tokyo yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada 2016. Studi tersebut mengungkapkan bahwa tidur siang lebih dari satu jam memiliki hubungan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Penelitian itu menunjukkan kebiasaan tidur siang lebih dari satu jam meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 46 persen.
Selain itu, rasa kantuk yang terus muncul pada siang hari juga dikaitkan dengan kenaikan risiko penyakit tersebut hingga 56 persen.
Risiko Penyakit Jantung dan Stroke Ikut Naik
Masih berdasarkan penelitian yang sama, tidur siang lebih dari satu jam juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kardiovaskular sebesar 82 persen.
Durasi tidur siang yang terlalu panjang diduga memengaruhi tekanan darah dan kadar kolesterol. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.
Penelitian itu juga menemukan kaitan dengan peningkatan risiko kematian hingga 27 persen, terutama akibat penyakit jantung dan stroke.
Dapat Mengganggu Tidur Malam
Efek tidur siang tidak selalu sama pada setiap orang. Bagi mereka yang sudah mengalami gangguan tidur malam, tidur siang terlalu lama justru dapat memperburuk kondisi tersebut.
Tidur siang berlebihan berpotensi mengganggu siklus tidur sehingga seseorang lebih sulit tidur pada malam hari atau mengalami insomnia. Akibatnya, kualitas istirahat menurun dan produktivitas pada keesokan harinya ikut terganggu.
Bisa Memperparah Gangguan Mental
Tidur siang yang terlalu lama juga perlu diperhatikan oleh orang yang mengalami depresi maupun gangguan kecemasan.
Kebiasaan tidur berlebihan atau oversleeping dapat menjadi mekanisme koping yang kurang sehat sehingga memperparah rasa hampa dan tidak berdaya.
Michelle Drerup, PsyD, DBSM dari Cleveland Clinic, menyebutkan tidur berlebihan merupakan salah satu gejala yang muncul pada sekitar 15 persen orang yang mengalami depresi.
Berapa Lama Durasi Tidur Siang yang Ideal?
Tidur tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat, berdampingan dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya kebiasaan tidur siang, tetapi juga lamanya waktu tidur.
Penelitian University of Tokyo menemukan bahwa tidur siang tidak lebih dari 40 menit tidak berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik. Bahkan, risiko tersebut cenderung lebih rendah pada orang yang tidur siang selama maksimal 30 menit.
Berdasarkan berbagai penelitian, para ahli merekomendasikan durasi tidur siang sekitar 10 hingga 30 menit atau dikenal sebagai power nap. Durasi tersebut dinilai cukup untuk memulihkan energi tanpa menyebabkan kantuk berlebihan maupun mengganggu tidur malam.
Tips Agar Tidur Siang Lebih Sehat
Agar manfaat tidur siang lebih optimal, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
-
- Tidur siang sekitar pukul 13.00 hingga 15.00.
- Gunakan alarm agar durasi tidur tidak melebihi 20–30 menit.
- Pilih tempat yang tenang, sejuk, dan memiliki pencahayaan redup.
- Hindari kopi, teh, atau minuman berkafein sebelum tidur siang.
- Lakukan relaksasi, seperti latihan pernapasan atau meditasi ringan, agar tubuh lebih mudah beristirahat.
Tidur siang dapat membantu memulihkan stamina dan memperbaiki suasana hati. Namun, menjaga durasinya tetap singkat menjadi kunci agar manfaat tersebut tidak berubah menjadi risiko bagi kesehatan. (*/red)






