Indonesia-AS Komitmen Energi dan Mineral Kritis Rp 15 Miliar USD, Ini Rinciannya

Penulis -

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2). (Foto: Kementerian ESDM)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2). (Foto: Kementerian ESDM)

Washington, Javanusa—Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyepakati sejumlah komitmen strategis di bidang perdagangan dan energi.

Nilai kerja sama sektor energi mencapai sekitar USD15 miliar. Kesepakatan ini mencakup impor LPG, minyak mentah, BBM, hingga penguatan hilirisasi mineral kritis.

Pertemuan tersebut berlangsung antara Prabowo Subianto dan Donald Trump, Kamis (19/2) waktu setempat. Pemerintah menargetkan kerja sama ini memperkuat ketahanan energi dan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Pemerintah Indonesia menyepakati peningkatan pembelian energi dari Amerika Serikat hingga USD15 miliar. Komitmen ini bersifat indikatif dan akan disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Rinciannya meliputi impor LPG sekitar USD3,5 miliar dan minyak mentah (crude oil) sekitar USD4,5 miliar. Selain itu, terdapat pembelian produk BBM olahan senilai USD7 miliar.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama komoditas energi lain, termasuk batubara metalurgi dan teknologi batubara bersih. Implementasi akan dilakukan bertahap melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bidang energi.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan ini tidak menambah total impor Indonesia.

“Kita tidak menambah volume impor, tetapi menggeser sebagian dari negara lain ke Amerika Serikat. Neraca totalnya tetap,” ujar Bahlil dalam keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2).

Menurut data Kementerian ESDM, Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM untuk menjaga stabilitas pasokan domestik. Diversifikasi sumber impor dinilai penting di tengah fluktuasi geopolitik dan harga energi global.

Penguatan Hilirisasi Mineral Kritis

Selain energi, kedua negara memperkuat pengembangan rantai pasok mineral kritis yang aman dan berkelanjutan. Indonesia menegaskan komitmen hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Mineral kritis seperti nikel dan tanah jarang menjadi perhatian utama. Pemerintah membuka ruang investasi setara bagi semua negara, termasuk Amerika Serikat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Mulai Gunakan Biodiesel B50, KRD Minangkabau Ekspres Jadi Armada Perdana

“Kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara untuk investasi mineral kritikal. Contohnya sudah ada seperti Freeport,” kata Bahlil.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menandatangani Memorandum of Agreement dengan Freeport-McMoRan dan PT Freeport Indonesia. Kesepakatan ini memperkuat integrasi rantai pasok dan kapasitas pengolahan mineral bernilai tambah.

Divestasi saham direncanakan bertambah 12 persen pada 2041 tanpa biaya tambahan. Pemerintah menargetkan peningkatan penerimaan negara dari royalti dan pajak, termasuk bagi daerah penghasil tambang.

Pertamina Gandeng Halliburton untuk EOR

Di sektor hulu migas, PT Pertamina (Persero) menandatangani MoU dengan Halliburton. Kerja sama ini fokus pada penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Teknologi EOR diharapkan mampu meningkatkan produksi lapangan migas eksisting. Langkah ini menjadi bagian strategi menjaga lifting minyak nasional yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan.

Akselerasi Bioetanol E5 hingga E20

Pemerintah juga mempercepat implementasi mandatori pencampuran bioetanol. Target awal dimulai dengan E5 pada 2028 dan E10 pada 2030, menuju E20 sesuai kesiapan produksi dan infrastruktur.

Bahlil menilai kebijakan ini membuka peluang usaha baru di sektor bioenergi. Namun, pemerintah tetap membuka ruang impor terbatas selama produksi dalam negeri belum mencukupi.

Strategi ini dirancang selaras dengan agenda transisi energi dan pengurangan emisi. Pemerintah memastikan seluruh implementasi berjalan bertahap dan mengedepankan prinsip win-win solution.

“Perjanjian ini tidak boleh menguntungkan satu pihak saja. Semua pihak harus merasakan manfaatnya,” tegas Bahlil.

Kesepakatan Indonesia-AS ini menjadi bagian strategi memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Diversifikasi pasokan, hilirisasi mineral, dan penguatan teknologi hulu migas menjadi pilar utama.

Dengan nilai komitmen mencapai USD15 miliar, pemerintah berharap posisi Indonesia semakin kuat dalam rantai pasok energi dan mineral global. Langkah ini juga dinilai meningkatkan daya tawar Indonesia di tengah dinamika geopolitik internasional. (*/red)

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dorong BRICS Jadi Motor Penggerak Ekonomi Selatan Global

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB