Jakarta, Javanusa—Pengalaman Indonesia dalam mencapai swasembada pangan menarik minat Pemerintah Somalia.
Negara di kawasan Afrika Timur tersebut ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.
Kerja sama ini mencakup pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga transfer teknologi.
Kedua negara juga membuka peluang kolaborasi teknis untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan.
Penjajakan tersebut berlangsung dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Federal Somalia, Hasan Mohamed Ali, dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet. Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (5/11).
Indonesia Siap Berbagi Pengalaman Swasembada Pangan
Wamentan Alim menyambut positif keinginan Somalia untuk mempelajari pengembangan sektor pertanian Indonesia. Ia menilai kedua negara menghadapi tantangan serupa, terutama perubahan iklim dan upaya meningkatkan produktivitas pangan.
Alim menjelaskan bahwa Indonesia berhasil mempercepat pencapaian swasembada pangan. Capaian tersebut bahkan melampaui target awal pemerintah.
“Indonesia sangat senang dan menjadi suatu kehormatan untuk bisa berbagi pengalaman dalam mencapai swasembada pangan, yang merupakan program strategis Bapak Presiden. Kita berhasil mencapai swasembada pangan dari target empat tahun menjadi satu tahun,” ujar Wamentan Alim.
Menurut Alim, pengalaman Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan dapat menjadi referensi bagi Somalia. Indonesia juga siap mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja, terutama dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan.
“Kami juga siap berbagi pengalaman untuk meningkatkan kapasitas SDM, khususnya di bidang peternakan dan kesehatan hewan, termasuk transfer teknologi untuk meningkatkan produktivitas peternakan. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dengan aksi-aksi yang lebih konkret ke depannya,” tambahnya.
Somalia Ingin Pelajari Teknologi Pertanian Indonesia
Sementara itu, Hasan Mohamed Ali mengapresiasi kesempatan berdiskusi dengan Kementerian Pertanian Indonesia. Ia melihat Indonesia memiliki pengalaman yang relevan untuk mendukung pengembangan pertanian di negaranya.
Menurut Hasan, Somalia membutuhkan pengetahuan dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian. Negara tersebut memiliki lahan yang luas, tetapi masih memerlukan dukungan keahlian dalam berbagai aspek pengelolaannya.
Hasan menyebut sejumlah bidang yang ingin dipelajari, mulai dari produksi pertanian, pengembangan bisnis, teknologi, hingga rekayasa pertanian.
“Kami ingin belajar banyak dari Indonesia. Indonesia memiliki pengalaman luas dalam berbagai bidang pertanian, bisnis, teknologi, dan engineering. Hal-hal tersebut yang kami butuhkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian Somalia melalui kesepakatan kerja sama ke depan,” ungkap Hasan.
Hubungan Perdagangan Indonesia-Somalia Berpeluang Diperluas
Selain menjajaki kolaborasi pertanian, Hasan juga menyinggung hubungan perdagangan yang telah terjalin antara Indonesia dan Somalia.
Salah satu bentuk hubungan ekonomi tersebut terlihat melalui impor sejumlah produk Indonesia, terutama minyak kelapa sawit.
“Kami selama ini mengimpor beberapa produk dari Indonesia, terutama minyak kelapa sawit. Ke depan, kami membutuhkan dukungan teknis dari Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama yang dapat disepakati bersama,” ujar Hasan.
Ia juga menilai posisi strategis Somalia di kawasan Afrika Timur berpotensi membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan perdagangan kedua negara.
Kementan Dorong Tindak Lanjut Kerja Sama
Kementerian Pertanian memandang penjajakan ini sebagai peluang untuk memperluas diplomasi pertanian Indonesia di tingkat internasional.
Kolaborasi Indonesia dan Somalia diharapkan mencakup sektor pangan, pertanian, serta peternakan. Kedua pihak selanjutnya perlu menentukan bidang prioritas dan menyusun program tindak lanjut.
Melalui kerja sama tersebut, pengalaman Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pertanian Somalia. Sebaliknya, kolaborasi ini juga berpotensi memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. (*)






