Indonesia dan Wilayah Kirov Rusia Perkuat Kerja Sama Industri, Buka Peluang Ekspor hingga Alih Teknologi  

Penulis -

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenperin pererat hubungan manufaktur dengan Wilayah Kirov Rusia. (Foto: Kemenperin)

Kemenperin pererat hubungan manufaktur dengan Wilayah Kirov Rusia. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Indonesia memperluas peluang kerja sama industri dengan Rusia melalui penjajakan kemitraan strategis bersama Pemerintah Wilayah Kirov.

Langkah ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha nasional untuk masuk ke rantai pasok industri Rusia, sekaligus mendorong perdagangan, investasi, dan transfer teknologi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Ketua Pemerintahan Wilayah Kirov Federasi Rusia Mikhail Anatolyevich Sandalov di sela Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Wilayah Kirov menyepakati penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar penguatan kemitraan industri. Ruang lingkup kerja sama mencakup perdagangan bahan baku, produk kimia, komponen industri, hingga alih teknologi.

“Kami menyambut baik semakin eratnya hubungan antara Kemenperin dan Pemerintah Wilayah Kirov. Momentum ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, dan teknologi. Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 menegaskan komitmen kuat kami untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan wilayah strategis seperti Kirov,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pertemuan bilateral di Rusia beberapa waktu lalu.

Kirov Dinilai Jadi Mitra Strategis Indonesia

Agus menilai Wilayah Kirov memiliki basis manufaktur yang kuat sehingga berpotensi menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam pengembangan sektor industri.

Melalui kemitraan tersebut, pemerintah berharap perdagangan bilateral semakin meningkat, investasi baru terus mengalir, transfer teknologi berjalan lebih cepat, serta kapasitas sumber daya manusia industri ikut berkembang.

Selain menyusun MoU, kedua pihak juga menyepakati penguatan hubungan antarpelaku usaha dan organisasi industri. Mereka berencana menggelar konsultasi, seminar, konferensi, serta berbagai kegiatan bersama untuk memperluas kolaborasi.

Kesepahaman itu juga mencakup peningkatan pertukaran informasi ekonomi sebagai landasan penyusunan kerja sama yang lebih spesifik pada masa mendatang.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Rp 13 Triliun Hasil Korupsi CPO Dimanfaatkan untuk Rakyat
Peluang Baru bagi Pelaku Industri Nasional

Kerja sama dengan Wilayah Kirov membuka akses baru bagi perusahaan Indonesia untuk memasok bahan baku, produk kimia, dan komponen industri ke pasar Rusia.

Pemerintah berharap kolaborasi tersebut menjadi awal terbentuknya rantai pasok industri yang lebih terintegrasi sekaligus mendorong lahirnya kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy mengatakan tindak lanjut setelah pertemuan bilateral menjadi tahap penting agar berbagai peluang yang telah dibahas dapat segera diwujudkan.

Karena itu, Kementerian Perindustrian mengundang pelaku usaha Wilayah Kirov mengunjungi Paviliun Indonesia di INNOPROM 2026 maupun datang langsung ke Indonesia untuk menjajaki peluang investasi dan kemitraan industri.

“Tentu kami berharap semakin banyak pelaku industri di Wilayah Kirov dapat bertemu dengan pelaku industri nasional setelah kegiatan INNOPROM 2026. Dengan begitu, kerja sama industri kedua negara tidak hanya terjalin di tingkat pemerintah, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan bisnis yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Tri Supondy.

Dorong Ekspor dan Posisi Indonesia di Kawasan Eurasia

Pemerintah menargetkan penjajakan kerja sama ini berkembang menjadi proyek konkret di bidang perdagangan, investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan rantai pasok industri.

Kemitraan dengan Wilayah Kirov juga diharapkan memperluas akses pasar produk manufaktur Indonesia di Rusia serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia. (*)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru