Indonesia–Jepang Teken Kerja Sama Pariwisata, Perluas Destinasi dan Peluang Investasi

Penulis -

Senin, 30 Maret 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah RI dan Pemerintah Jepang menandatangani MoC di bidang pariwisata di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT), Kasumigaseki, Tokyo, Senin (30/3/2026). (Foto: Kemenpar)

Pemerintah RI dan Pemerintah Jepang menandatangani MoC di bidang pariwisata di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT), Kasumigaseki, Tokyo, Senin (30/3/2026). (Foto: Kemenpar)

Tokyo, Javanusa—Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) di bidang pariwisata. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT), Kasumigaseki, Tokyo, Senin (30/3/2026).

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko.

Penandatanganan disaksikan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini M. Paham, Komisioner Japan Tourism Agency (JTA) Shigeki Murata, serta pejabat dari kedua negara.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kolaborasi pariwisata dengan negara di kawasan Asia Timur, khususnya Jepang.

Langkah ini juga dilakukan di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan internasional.

Melalui kemitraan tersebut, Indonesia mendorong diversifikasi pasar wisatawan sekaligus menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara.

MoC Indonesia–Jepang yang ditandatangani bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang ini menjadi kesepakatan formal pertama di sektor pariwisata antara kedua negara. Proses penyusunannya berlangsung lebih dari dua tahun melalui koordinasi intensif.

Kesepakatan mencakup sejumlah bidang, antara lain promosi pariwisata bersama pada pameran internasional, pengembangan produk wisata seperti wellness, gastronomi, bahari, ekowisata, dan budaya.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pengelolaan destinasi, penguatan pariwisata berkelanjutan termasuk desa wisata, serta kolaborasi sektor swasta seperti industri penerbangan dan perjalanan.

Bidang lain yang disepakati meliputi pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, kerja sama MICE dan event internasional, penguatan konektivitas udara, peluang investasi pariwisata, serta peningkatan perlindungan dan keamanan wisatawan.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, pada 2025 terdapat lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang ke Indonesia.

Baca Juga :  Pemasangan Iklan Tak Sesuai Aturan Bakal Ditindak Tegas

Jumlah ini meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari.

Konektivitas udara dinilai menjadi faktor penting dalam peningkatan mobilitas wisatawan. Saat ini, rute Tokyo–Jakarta dan Tokyo–Bali masih menjadi jalur utama, dengan peluang pengembangan ke destinasi lain seperti Yogyakarta serta kota-kota besar di Jepang.

Pemerintah Indonesia juga mengaitkan kerja sama ini dengan program pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri, termasuk sektor pariwisata. Penguatan sumber daya manusia direncanakan menjadi bagian dari implementasi MoC.

Pelaksanaan kerja sama akan dilakukan melalui pembentukan Joint Working Group (JWG) yang bertugas menyusun rencana aksi dan memantau program secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan bilateral kedua menteri, dilanjutkan penandatanganan MoC, sesi foto bersama, serta pertukaran cendera mata.

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jepang memperkuat kolaborasi di sektor pariwisata serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan hubungan antar masyarakat kedua negara. (*/red)

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB