Indonesia Pacu PLTS 100 GW, Presiden Prabowo Dorong Kolaborasi Energi Bersih ASEAN

Penulis -

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Kamis (7/5) waktu setempat. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Kamis (7/5) waktu setempat. (Foto: BPMI Setpres)

Cebu, Javanusa—Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi negara-negara ASEAN dalam mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan.

Indonesia juga terus mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari transisi energi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Kamis (7/5) waktu setempat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan perubahan iklim global, negara-negara ASEAN mulai mengarahkan perhatian pada sumber energi bersih sebagai masa depan kawasan.

Potensi sinar matahari di wilayah tropis, aliran sungai besar, hingga energi angin di kawasan pesisir dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Prabowo mengatakan subkawasan ASEAN memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Dorong Pengembangan Energi Bersih ASEAN

Prabowo mendorong negara anggota forum mempercepat pengembangan energi bersih melalui langkah konkret.

Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain pengembangan tenaga air di Borneo atau Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Ia juga menegaskan Indonesia tengah mempercepat pembangunan energi surya sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Prabowo.

BIMP-EAGA Sahkan Visi 2035

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan konferensi tersebut mengesahkan dokumen BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035.

Baca Juga :  Gempa M 8,7 Guncang Kamchatka, Jepang dan AS Keluarkan Peringatan Tsunami

Dokumen itu menjadi kerangka strategis yang diadopsi pada KTT ke-16 Mei 2025 untuk menjadikan kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina lebih tangguh, inklusif, berkelanjutan, serta kompetitif secara ekonomi.

Menurut Bahlil, visi tersebut berfokus pada penguatan konektivitas, transformasi pariwisata, dan pembangunan ekonomi kawasan.

Empat negara anggota BIMP-EAGA juga membentuk sejumlah klaster pembangunan, salah satunya Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC). Indonesia memimpin klaster tersebut pada periode 2022-2025 sebelum dilanjutkan Malaysia untuk periode 2026-2029.

“Hasil dari klaster ini meliputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, dan program efisiensi serta konservasi energi,” kata Bahlil.

Ia menilai program tersebut akan memperkuat kolaborasi subregional sehingga masyarakat di daerah terpencil dapat mengakses energi dengan harga terjangkau.

Indonesia Percepat Transisi Energi

Bahlil menambahkan Kementerian ESDM terus menjalankan arahan Presiden dalam mempercepat transisi energi nasional. Langkah itu dilakukan melalui peningkatan bauran energi baru terbarukan dan pemanfaatan energi baru seperti hidrogen, nuklir, serta amonia.

Selain itu, pemerintah juga memperluas penggunaan kendaraan listrik dan kompor induksi, meningkatkan efisiensi energi, menerapkan moratorium pembangunan PLTU baru, serta mengembangkan teknologi CCS dan CCUS.

“Kita juga sedang mendorong pemanfaatan tenaga surya untuk menjadi PLTS 100 GW untuk mengurangi pemakaian fosil. Tentu ini memerlukan kolaborasi dari banyak pihak untuk menyelesaikan tugas tersebut,” ujar Bahlil. (*/red)

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB