Surakarta, Javanusa—Di tengah hiruk-pikuk Campuspreneur Expo pada 1—2 April 2026, sebuah stan sederhana menarik perhatian pengunjung dengan aroma khas dan konsep berbeda.
Stan itu menawarkan Burger TemCi, produk kuliner yang tidak hanya menghadirkan rasa, tetapi juga mengusung misi meningkatkan nilai bahan pangan lokal.
Burger TemCi merupakan singkatan dari tempe dan kentang kleci. Produk ini lahir dari kegelisahan Dinda Feta Falestri, mahasiswi Agribisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), terhadap rendahnya nilai ekonomi hasil pertanian, khususnya kentang kleci di Boyolali.
Potensi Kentang Kleci yang Terabaikan
Selama ini, petani umumnya menjual kentang kleci dalam bentuk rebusan sederhana dengan harga terbatas. Padahal, komoditas khas Boyolali ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi.
“Saya melihat langsung bagaimana biasanya petani menjual kentang dalam bentuk rebus saja sehingga nilai jualnya masih terbatas. Padahal kalau diolah, nilainya bisa lebih tinggi,” ujar Dinda.
Melalui riset mandiri, Dinda menemukan kentang kleci memiliki tekstur unik, tidak lembek, kadar air rendah, serta rasa cenderung manis. Selain itu, kentang ini kaya antioksidan dan berpotensi membantu mencegah anemia serta hipertensi.
Kolaborasi dan Proses Pengembangan
Dinda mengembangkan usaha ini bersama rekan sesama mahasiswa, Anggita, dan anggota tim lainnya. Mereka memadukan tempe sebagai sumber protein dengan kentang kleci sebagai karbohidrat untuk menghasilkan menu bergizi seimbang.
Dalam waktu sekitar enam bulan, Burger TemCi terjual lebih dari 700 porsi. Tim memasarkan produk secara bertahap, mulai dari penitipan di lingkungan kampus hingga sistem pre-order.
Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan mulus. Dinda dan tim menghadapi tantangan dalam membagi waktu di tengah jadwal perkuliahan yang padat. Meski demikian, mereka tetap menjaga kualitas produksi sambil mengembangkan usaha secara bertahap.
Dukungan Program dan Ekspansi Usaha
Upaya tim Burger TemCi mendapat apresiasi melalui pendanaan dan pembinaan dari Program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS. Selain itu, mereka mengikuti seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk memperluas peluang usaha.
Pengalaman tersebut membawa mereka ke Program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan.
Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran dan jejaring bisnis.
Respons Pasar dan Harapan ke Depan
Keikutsertaan dalam Campuspreneur Expo menjadi momentum bagi Burger TemCi untuk memperkenalkan produk sekaligus menguji respons pasar secara langsung. Tim memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan dan memperkuat strategi bisnis.
“Harapannya, Burger TemCi bisa terus berjalan dan dikenal lebih luas. Kami juga bisa menambah jejaring dan bertemu dengan banyak wirausaha muda dari kampus lain,” kata Anggita.
Burger TemCi menunjukkan bahan pangan sederhana dapat bertransformasi menjadi produk inovatif dan kompetitif. Inisiatif ini sekaligus membuka perspektif baru terhadap potensi lokal yang selama ini kerap terabaikan. (*/red)






