Padang, Javanusa—Kerusakan ruas jalan provinsi Padang Luar–Matur–Palembayan dan Padang Luar–Matur–Lubuk Basung di Kabupaten Agam semakin memprihatinkan.
Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Nofrizon, mendesak Pemerintah Provinsi Sumbar segera melakukan perbaikan permanen karena penanganan tambal sulam dinilai sudah tidak lagi memadai.
Desakan itu disampaikan Nofrizon saat menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Sumbar pada Senin (6/7/2026).
Ia menilai pemerintah perlu bergerak cepat sebelum kerusakan jalan memicu kecelakaan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Nofrizon, titik kerusakan paling mengkhawatirkan berada di kawasan Kelok 10, Sungai Landai, yang merupakan bagian dari jalur Kelok 44 di Kabupaten Agam.
Longsor menyebabkan badan jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar enam meter kini hanya tersisa sekitar dua meter.
“Kondisi ini sudah sangat membahayakan. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengganggu arus distribusi barang, jasa, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pariwisata dan Distribusi Hasil Pertanian Ikut Terdampak
Nofrizon menjelaskan kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai memengaruhi sektor pariwisata.
Kawasan Matur dan Danau Maninjau yang selama ini menjadi destinasi unggulan Kabupaten Agam disebut mengalami penurunan kunjungan karena wisatawan khawatir melintasi jalur tersebut.
Jika kondisi ini terus berlanjut, pelaku usaha wisata, rumah makan, penginapan, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata akan menghadapi dampak ekonomi yang lebih besar.
Selain itu, para petani juga mengalami kendala saat membawa hasil panen menuju pasar. Kerusakan jalan meningkatkan biaya distribusi, memperpanjang waktu tempuh, serta memperbesar risiko kecelakaan bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Ruas jalan tersebut juga menjadi jalur utama distribusi ikan dari keramba Danau Maninjau, pengangkutan kebutuhan pokok, serta akses harian bagi ribuan warga yang beraktivitas melalui kawasan Kelok 44 menuju berbagai wilayah di Kabupaten Agam.
Minta Gubernur Tinjau Langsung Lokasi
Dalam interupsinya, Nofrizon meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat turun langsung meninjau kondisi jalan agar dapat melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan permanen sekaligus melakukan penanganan darurat pada titik-titik rawan longsor guna mengurangi risiko kecelakaan.
“Pemerintah jangan hanya hadir ketika kerusakan sudah semakin parah. Penanganan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat melintas,” tegasnya.
Nofrizon menambahkan pemerintah memiliki tanggung jawab menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan sesuai semangat yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Jalan Provinsi. Karena itu, ia berharap perbaikan ruas jalan strategis Padang Luar–Matur menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur Sumbar pada tahun ini. (*)






