Jangan Anggap Sepele Dehidrasi, Ini 10 Dampak Serius yang Bisa Mengancam Nyawa

Penulis -

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami pusing. Gejala ini dapat muncul akibat berbagai penyebab, seperti kurang tidur, dehidrasi, stres, atau kondisi medis tertentu. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita mengalami pusing. Gejala ini dapat muncul akibat berbagai penyebab, seperti kurang tidur, dehidrasi, stres, atau kondisi medis tertentu. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Dehidrasi bukan sekadar rasa haus. Kekurangan cairan yang dibiarkan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, menurunkan fungsi organ, bahkan memicu kondisi darurat medis seperti syok hipovolemik dan heatstroke.

Karena itu, menjaga kecukupan cairan setiap hari menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan tubuh.

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Kondisi ini tidak hanya mengurangi volume cairan tubuh, tetapi juga mengganggu keseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium yang berperan penting dalam berbagai fungsi organ.

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang memengaruhi otak, ginjal, jantung, hingga hati. Berikut sejumlah risiko yang perlu diwaspadai.

1. Kejang akibat gangguan elektrolit

Ketidakseimbangan elektrolit menjadi salah satu dampak awal dehidrasi. Natrium dan kalium berfungsi menghantarkan sinyal listrik ke otot.

Saat kadarnya terganggu, otot dapat berkontraksi tanpa kendali sehingga memicu kejang. Pada kondisi yang berat, penderita bahkan berisiko kehilangan kesadaran.

2. Tekanan darah turun

Kekurangan cairan membuat volume darah berkurang. Akibatnya, jantung tidak mampu memompa darah secara optimal sehingga tekanan darah ikut menurun.

Kondisi hipotensi ini biasanya ditandai dengan pusing, tubuh lemas, mual, hingga pandangan menjadi kabur.

3. Syok hipovolemik

Bila hipotensi tidak segera diatasi, dehidrasi dapat berkembang menjadi syok hipovolemik. Kondisi ini terjadi ketika jumlah darah dalam tubuh tidak lagi cukup untuk memasok oksigen ke organ-organ vital.

Penderita dapat mengalami jantung berdebar, kelemahan ekstrem, hingga pingsan. Syok hipovolemik merupakan keadaan darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

4. Gangguan pada ginjal

Ginjal memerlukan cairan yang cukup untuk menyaring limbah dan membuangnya melalui urine. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, proses tersebut menjadi terganggu.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar 31 Agustus 2026: Waspadai Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah

Akibatnya, risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga gagal ginjal meningkat karena mineral lebih mudah mengendap dan membentuk kristal.

5. Alkalosis metabolik

Dehidrasi juga dapat memicu alkalosis metabolik, yaitu kondisi ketika tingkat keasaman darah menjadi terlalu rendah.

Menurut buku StatPearls (2022), kekurangan cairan menyebabkan tubuh kehilangan ion hidrogen yang berperan menjaga keseimbangan asam-basa. Gejalanya meliputi kram otot, kejang, mati rasa, hingga gangguan irama jantung.

6. Asidosis laktat

Selain alkalosis metabolik, dehidrasi dapat menyebabkan penumpukan asam laktat dalam darah atau asidosis laktat.

Kondisi ini terjadi karena berkurangnya volume darah membuat distribusi oksigen ke jaringan tidak optimal. Akibatnya, produksi asam laktat meningkat.

7. Gangguan fungsi otak

Otak sangat bergantung pada kecukupan cairan agar dapat bekerja secara optimal.

Sebuah studi dalam Annals of Nutrition and Metabolism (2017) menyebutkan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi fungsi sel otak sehingga memicu kebingungan, mudah marah, hingga delirium yang ditandai halusinasi dan kegelisahan.

8. Heatstroke

Salah satu komplikasi paling berbahaya dari dehidrasi adalah heatstroke atau sengatan panas.

Dalam kondisi normal, tubuh mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu. Namun, ketika cairan tubuh sangat berkurang, mekanisme tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga suhu tubuh terus meningkat. Heatstroke dapat menyebabkan kerusakan otak, gangguan organ vital, bahkan kematian.

9. Liver iskemik

Dehidrasi berat juga dapat mengurangi aliran darah menuju hati sehingga memicu liver iskemik.

Kurangnya pasokan oksigen berpotensi merusak sel-sel hati. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa penyakit kuning, hilang nafsu makan, dan rasa tidak nyaman di area perut.

10. Uremia

Risiko lain yang tidak kalah serius adalah uremia, yaitu meningkatnya kadar urea dalam darah.

Baca Juga :  Cuaca Sumbar 16 Juni 2026: BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di 10 Daerah

Saat ginjal kesulitan membuang urine akibat kekurangan cairan, urea akan menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan anemia, gangguan fungsi otak, gagal jantung, hingga meningkatkan risiko stroke.

Cara Mencegah Dehidrasi

Cara paling sederhana untuk mencegah dehidrasi adalah memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Minumlah air putih secara rutin, terutama saat cuaca panas, beraktivitas fisik, atau ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat.

Pilih air minum yang bersih, aman dikonsumsi, dan mengandung mineral alami sesuai standar kesehatan. Jika muncul tanda-tanda dehidrasi seperti haus berlebihan, lemas, pusing, atau urine berwarna pekat, segera tingkatkan asupan cairan.

Apabila keluhan tidak membaik atau disertai penurunan kesadaran, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB