Javanusa.com—Pegal di betis tidak selalu menandakan tubuh kelelahan setelah beraktivitas. Jika keluhan muncul berulang, menetap, atau semakin berat, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pembuluh darah, saraf, maupun ketidakseimbangan elektrolit.
Karena itu, penting mengenali penyebab pegal pada betis. Langkah tersebut membantu menentukan penanganan yang sesuai sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
Gangguan Pembuluh Darah Bisa Memicu Pegal Betis
Dikutip dari Halodoc, salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Artery Disease/PAD). Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah menuju tungkai berkurang.
Pada kondisi tersebut, otot betis dapat kekurangan oksigen ketika seseorang berjalan atau melakukan aktivitas fisik. Keluhan biasanya muncul saat bergerak dan dapat mereda setelah beristirahat.
Selain PAD, gangguan pada pembuluh darah vena juga dapat menyebabkan betis terasa berat, tegang, atau pegal.
Varises menjadi salah satu kondisi yang sering menimbulkan keluhan tersebut. Sementara itu, Trombosis Vena Dalam (DVT) perlu mendapat perhatian lebih karena melibatkan pembentukan bekuan darah di pembuluh vena dalam.
Elektrolit dan Saraf Juga Berpengaruh
Pegal atau rasa tidak nyaman pada betis juga dapat berkaitan dengan ketidakseimbangan elektrolit. Kadar kalsium, magnesium, dan kalium yang tidak seimbang dapat memengaruhi fungsi otot.
Selain itu, iritasi pada saraf skiatika dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman yang menjalar dari punggung bawah menuju tungkai dan kaki.
Dengan demikian, keluhan pada betis tidak selalu berasal dari otot itu sendiri. Kondisi yang mendasarinya perlu diperhatikan, terutama jika gejala berlangsung terus-menerus.
Cara Meredakan Pegal di Betis
Untuk keluhan ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Peregangan otot dapat dilakukan secara perlahan dengan menarik jari-jari kaki ke arah tubuh saat kaki dalam posisi lurus. Hindari gerakan mendadak agar otot tidak semakin tegang.
Kompres juga dapat menjadi pilihan. Kompres hangat membantu membuat otot lebih rileks, sedangkan kompres dingin dapat digunakan ketika keluhan disertai pembengkakan ringan.
Selain itu, posisikan kaki lebih tinggi saat berbaring dengan bantuan bantal. Cara ini membantu mendukung aliran darah vena kembali menuju jantung.
Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan. Minum air secara teratur dan konsumsi makanan yang mengandung kalium serta magnesium, seperti pisang dan kacang-kacangan.
Kapan Pegal Betis Perlu Diperiksakan?
Jangan mengabaikan pegal di betis yang tidak membaik setelah beberapa hari. Pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan jika keluhan berlangsung lebih dari 2–3 hari atau justru semakin berat.
Perhatian khusus diperlukan jika betis mengalami pembengkakan hebat atau kemerahan. Kondisi tersebut dapat membutuhkan evaluasi dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Mengenali penyebab sejak awal dapat membantu menentukan penanganan yang tepat. Terlebih, beberapa gangguan pembuluh darah membutuhkan pemeriksaan dan terapi medis, bukan sekadar penanganan mandiri di rumah. (*)






