Padang, Javanusa—Pemko Padang segera memulai penataan besar-besaran di dua destinasi unggulan, yakni Pantai Padang dan kawasan Kota Tua Muaro.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah.
Menjelang dimulainya pekerjaan fisik, Dinas Pariwisata Kota Padang turun langsung menyampaikan informasi kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di area terdampak pembangunan.
Sosialisasi dilakukan melalui pembagian surat pemberitahuan resmi agar seluruh pihak memahami tahapan pembangunan yang akan berlangsung.
PKL Diminta Menyesuaikan Aktivitas Usaha
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang melalui Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Zahirwan, mengatakan pemerintah sengaja memilih pendekatan langsung kepada masyarakat. Langkah tersebut agar para pelaku usaha tidak mengalami kendala saat pekerjaan dimulai.
“Pengerjaan proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juni hingga Desember 2026. Karena itu, kami bersama unsur kecamatan, kelurahan, dan Dubalang turun langsung menemui dunsanak kita para pedagang. Kami ingin memastikan informasi ini tersampaikan dengan baik, jelas, dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan,” ujar Zahirwan.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pariwisata menggandeng berbagai unsur wilayah. Kecamatan Padang Barat, pihak kelurahan setempat, serta Dubalang ikut mendampingi proses sosialisasi kepada para pedagang yang berada di sekitar lokasi proyek.
Kawasan Pantai Padang dan Muaro Akan Ditata
Berdasarkan surat pemberitahuan yang dibagikan kepada pedagang, proyek tersebut mencakup penataan taman, pelataran parkir, dan rehabilitasi trotoar di sepanjang kawasan Pantai Padang.
Pekerjaan akan berlangsung dari area Masjid Al-Hakim hingga Tugu Elo Pukek. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan peningkatan jalan di kawasan Muaro atau Kota Tua yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Padang.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya kawasan wisata yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki. Penataan juga diharapkan mampu meningkatkan nilai estetika kawasan sehingga menarik lebih banyak wisatawan.
Pemerintah Minta Dukungan Pedagang
Pemko Padang mengimbau seluruh PKL yang berada di zona pembangunan untuk segera menyesuaikan aktivitas usahanya.
Pedagang diminta tidak berjualan di area proyek serta memindahkan seluruh sarana dan perlengkapan usaha sebelum alat berat mulai beroperasi.
“Kami sangat memohon pengertian dan kerja sama dari seluruh pedagang. Langkah pengosongan ini semata-mata demi keselamatan pedagang itu sendiri dan kelancaran pembangunan. Jika kawasan ini nantinya menjadi lebih rapi, ramah pejalan kaki, dan estetik, tentu yang akan memanen hasilnya berupa lonjakan kunjungan wisatawan adalah masyarakat Kota Padang juga,” kata Zahirwan.
Pemerintah menegaskan pemberitahuan tersebut berlaku sejak diterbitkan hingga seluruh pekerjaan fisik selesai. Masyarakat diharapkan mematuhi ketentuan yang telah disampaikan guna menjaga ketertiban dan mendukung kelancaran proyek.
Apabila imbauan tersebut tidak dipatuhi, pemerintah akan mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan daerah yang berlaku.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, unsur kewilayahan, dan Dubalang menjadi bagian penting dalam proses pembangunan ini.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa modernisasi kawasan wisata dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. (*/red)






