Kekerasan Seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Wamenag Minta Pelaku Dihukum Berat

Penulis -

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Agama, Romo Syafii. (Foto: Kemenag)

Wakil Menteri Agama, Romo Syafii. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Syafii, menegaskan tidak ada kompromi bagi pelaku kekerasan seksual.

Ia menekankan negara tidak memberi ruang bagi praktik kekerasan, terutama di lembaga pendidikan keagamaan.

“Kami tegaskan: tidak ada toleransi. Tidak ada perlindungan bagi pelaku. Siapa pun yang terlibat akan berhadapan dengan hukum dan sanksi administratif yang berat,” ujar Romo Syafii di Jakarta, Senin (4/5/2026), menanggapi kasus di Pesantren Ndolo Kusumo.

Langkah Kemenag Tangani Kasus

Kementerian Agama memberi perhatian khusus terhadap kasus ini. Pemerintah melakukan koordinasi lintas sektor bersama aparat penegak hukum, lembaga perlindungan perempuan dan anak, serta pemerintah daerah.

Selain itu, penanganan tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pemulihan korban dan pembenahan sistem pengasuhan di pesantren.

Penghentian Penerimaan Santri Baru

Kementerian Agama telah menginstruksikan penghentian seluruh penerimaan santri baru di Pesantren Ndolo Kusumo hingga kasus dinyatakan tuntas.

Langkah ini berlaku tanpa pengecualian sampai sistem perlindungan anak dinilai layak. Selain itu, pihak terkait yang diduga terlibat atau lalai telah dinonaktifkan.

“Kami akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola kelembagaan dengan standar perlindungan anak yang ketat dan terukur,” kata Wamenag.

Dorong Hukuman Maksimal bagi Pelaku

Romo Syafii meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya jika terbukti terjadi kekerasan.

Ia menilai tindakan tersebut penting karena dampak traumatis bagi korban sangat besar dan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pesantren.

Peringatan untuk Lembaga Pendidikan Keagamaan

Lebih lanjut, ia menegaskan kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia. Ia menekankan tidak boleh ada kelalaian, pembiaran, atau upaya menutup-nutupi kasus yang merugikan korban.

“Ini bukan hanya satu kasus, tetapi tanggung jawab moral dan hukum. Pesantren harus menjadi ruang aman, bukan sumber trauma. Jika ada yang mengabaikan keselamatan anak, negara akan bertindak tegas,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemenhub Siapkan 841 Kapal Angkut 3,2 Juta Penumpang untuk Mudik Lebaran 2026

Kementerian Agama memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas, transparan, dan akuntabel. Pemerintah menegaskan perlindungan santri sebagai prioritas utama serta menjaga kepercayaan publik melalui langkah nyata. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru