Padang Pariaman, Javanusa—Kekayaan kuliner, seni budaya, dan kreativitas masyarakat menjadi modal besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Padang Pariaman.
Namun, potensi yang tersebar di 103 nagari tersebut masih membutuhkan dukungan, terutama dalam hal permodalan dan pengembangan usaha.
Anggota DPRD Padang Pariaman, Syahrul Usman, mengatakan potensi lokal tersebut harus mampu diolah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Padang Pariaman memiliki 103 nagari dengan potensi masing-masing. Namun, salah satu kendala yang kita hadapi adalah keterbatasan modal untuk mengembangkan potensi tersebut,” katanya saat membuka kegiatan Aktivasi Desa Kreatif melalui Pengembangan Ruang Kreatif di Nagari Katapiang, Selasa (3/11).
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pelaku usaha melalui bantuan permodalan maupun fasilitas kredit berbunga ringan. Selain itu, masyarakat perlu meningkatkan inovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas jaringan pemasaran.
“Jangan hanya menjadi penonton dalam peningkatan ekonomi, tetapi masyarakat harus menjadi pelaku yang mampu menciptakan peluang usaha dan mengembangkan potensi nagarinya,” tegasnya.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Kementerian Ekonomi Kreatif, Kurnia Zaki, mengatakan pengembangan ekonomi kreatif berbasis nagari merupakan salah satu upaya mendorong pemerataan ekonomi dari bawah.
Menurutnya, setiap nagari memiliki keunikan yang dapat dikembangkan menjadi keunggulan ekonomi, mulai dari budaya, tradisi, kearifan lokal hingga produk kreatif masyarakat.
“Ruang kreatif tidak harus berbentuk gedung. Ruang publik juga bisa menjadi tempat masyarakat bertukar gagasan, mengembangkan keterampilan, berinovasi, dan menciptakan produk kreatif,” ujarnya.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispora Padang Pariaman, Dendi Herta Saputra, mewakili Bupati Padang Pariaman, menyebut potensi ekonomi kreatif daerah perlu terus didorong agar memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Ia berharap program Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pengembangan ruang kreatif yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan perkembangan nyata bagi ruang kreatif di nagari. Sehingga potensi yang dimiliki masyarakat tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan,” tutupnya. (run)






