Padang, Javanusa—Padang Fashion Summit (PFS) 2026 kembali hadir dengan skala lebih besar. Tahun ini, ajang fesyen tersebut melibatkan 23 desainer dari dalam dan luar negeri serta 24 model.
Acara tersebut digelar di Hotel The ZHM Premiere, Minggu (9/8/2026). Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
PFS 2026 mengusung tema “Manaruko Rupo”. Gelaran tahun kedua ini menghadirkan 20 desainer tanah air dan tiga perancang busana dari mancanegara, termasuk Australia.
Selain desainer, sebanyak 24 model turut terlibat dalam peragaan karya. Skala penyelenggaraan yang lebih luas memberi kesempatan bagi para pelaku fesyen untuk mengeksplorasi ide dan menampilkan karya mereka.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan PFS memiliki peran lebih luas daripada sekadar pertunjukan busana. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai sektor yang berkaitan dengan industri kreatif.
“PFS bukan sekadar pergelaran busana biasa,” ujar Maigus Nasir.
Bangun Ekosistem Fesyen Berkelanjutan
Maigus menjelaskan, Padang Fashion Summit mempertemukan desainer, pelaku UMKM, generasi muda, sektor pendidikan, dan pelaku ekonomi kreatif.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem fesyen yang berkelanjutan di Kota Padang. Pemerintah daerah juga melihat industri fesyen sebagai salah satu sektor yang dapat memperkuat ekonomi kreatif.
Kehadiran desainer internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan ajang tersebut. Keterlibatan mereka dapat memperluas jejaring sekaligus meningkatkan eksposur produk fesyen lokal.
Di sisi lain, jaringan yang terbentuk melalui PFS berpotensi membuka akses terhadap pasar yang lebih luas. Pelaku industri lokal juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan lebih banyak pihak.
Pemko Padang menyatakan akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar Padang Fashion Summit dapat berlangsung secara konsisten.
Pemerintah berharap PFS berkembang menjadi agenda fesyen dengan daya tarik internasional. Penguatan jejaring, kreativitas, dan keterlibatan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian dari upaya tersebut.
Pembukaan PFS 2026 turut dihadiri Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat Ny. Dianita Maulin Vasko Ruseimy, Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, serta Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir.
Hadir pula Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Ferry E. Rinaldi, Ketua DWP Kota Padang Ny. Nova Raju Minropa, dan Asisten Administrasi Umum Setdako Padang Corri Saidan. (*)






