Kemenekraf Tegaskan NIB Tidak Wajib untuk Semua Konten Kreator, Ini Penjelasannya

Penulis -

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (Foto: Kemenekraf)

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (Foto: Kemenekraf)

Jakarta, Javanusa—Perbincangan mengenai kewajiban Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi konten kreator semakin ramai setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Badan Ekraf) menegaskan tidak semua kreator digital diwajibkan memiliki NIB.

Kemenekraf menyatakan telah berkomunikasi dengan sejumlah organisasi kreator dan pelaku industri digital guna memahami berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Dialog tersebut melibatkan Asosiasi Konten Kreator Indonesia (AKKI), Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI), serta Asosiasi Kreator Konten Sejarah Indonesia (AKKSINDO).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemahaman publik terhadap aturan baru tersebut lebih utuh sekaligus memperluas sosialisasi kebijakan kepada ekosistem kreator digital.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa regulasi tersebut tidak bertujuan membatasi ruang kreativitas para pembuat konten.

“Kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi kreativitas, melainkan memberikan kepastian dan pengakuan bagi kreator yang telah menjalankan kegiatan usaha secara profesional,” tegas Teuku Riefky Harsya.

Kreator Berpenghasilan di Bawah PTKP Tidak Wajib Punya NIB

Menurut Teuku Riefky, kewajiban memiliki NIB hanya berlaku bagi kreator yang telah menjalankan aktivitas kreatif sebagai usaha profesional dengan pendapatan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan kreator dengan penghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak diwajibkan mengurus NIB.

“Namun, bagi kreator yang telah mengembangkan aktivitas kreatifnya menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan secara profesional, legalitas usaha dapat menjadi langkah penting untuk memperluas peluang usaha dan memperkuat daya saing,” ujarnya.

NIB Buka Akses Pembiayaan dan Program Pengembangan Usaha

Kemenekraf menilai legalitas usaha melalui NIB dapat memberikan berbagai manfaat bagi kreator digital yang telah menjalankan bisnis secara profesional.

Baca Juga :  Bangun Rumah Ibadah, Wako Genius Umar Apresiasi Kekompakan Warga Desa Koto Marapak

Dengan memiliki NIB, pelaku usaha kreatif berpeluang mengakses pembiayaan perbankan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), investasi, pelatihan, pendampingan, inkubasi bisnis, hingga berbagai program pengembangan usaha yang disediakan pemerintah maupun mitra strategis.

Selain memperluas akses pembiayaan, legalitas usaha juga dinilai dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing kreator di tengah perkembangan industri digital yang semakin kompetitif.

KBLI Baru Permudah Pendataan Aktivitas Kreator Digital

Di sisi lain, pemerintah telah menyesuaikan klasifikasi usaha melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang KBLI 2025. Aturan tersebut menghadirkan kategori usaha yang lebih relevan dengan berbagai aktivitas kreator digital.

Melalui pembaruan itu, kegiatan ekonomi kreatif diharapkan dapat tercatat lebih akurat dalam sistem ekonomi nasional.

Kemenekraf juga memastikan bahwa kreator yang telah memiliki NIB berdasarkan KBLI 2020 tidak perlu mencabut atau mendaftarkan ulang izin usahanya. Seluruh izin yang telah diterbitkan tetap sah dan berlaku.

Penyesuaian kode KBLI hanya diperlukan apabila terjadi perubahan struktur kegiatan usaha sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bersama Nomor 4.S Tahun 2026.

Pemerintah Perkuat Pendampingan Kreator Digital

Kemenekraf memandang kreator digital sebagai salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat sosialisasi serta pendampingan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Upaya tersebut ditujukan agar implementasi kebijakan berjalan lebih inklusif, memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, sekaligus mendukung lahirnya ekosistem kreator digital Indonesia yang semakin profesional dan mampu bersaing di tingkat global. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB