Kemenpar dan Kemensos Perkuat Program Sekolah Rakyat, Lulusan Berpeluang Kuliah Gratis di Poltekpar

Penulis -

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpar Widiyanti Putri Wardhana bersama Mensos Saifullah Yusuf menandatangani Kesepahaman Bersama program Sekolah Rakyat di Kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung, Kamis (23/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Menpar Widiyanti Putri Wardhana bersama Mensos Saifullah Yusuf menandatangani Kesepahaman Bersama program Sekolah Rakyat di Kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung, Kamis (23/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Bandung, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Kerja sama itu tidak hanya mendukung pemerataan pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap berkarier di sektor pariwisata.

Kesepahaman bersama tersebut ditandatangani Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, kolaborasi itu merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif melalui program Sekolah Rakyat.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun manusia Indonesia yang unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa,” ujar Widiyanti.

Sebagai dasar pelaksanaan program, kedua kementerian menyepakati penggunaan sementara lahan milik Kemenpar di Kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung seluas maksimal 70.100 meter persegi.

Sebanyak 50.100 meter persegi akan digunakan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat. Sementara 20.000 meter persegi dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga dan aula serbaguna yang nantinya digunakan bersama oleh Sekolah Rakyat dan Politeknik Pariwisata NHI Bandung.

Momentum penandatanganan kerja sama tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

“Di momentum Hari Anak Nasional ini, kami bekerja sama dengan Kementerian Sosial menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kami juga akan berkolaborasi untuk dapat memberikan kurikulum pariwisata kepada anak-anak di Sekolah Rakyat,” kata Widiyanti.

Sekolah Rakyat Siapkan Generasi untuk Industri Pariwisata

Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain pendidikan akademik, peserta didik akan memperoleh pembinaan karakter melalui empat pilar utama, yaitu kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan.

Baca Juga :  Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?

Dengan konsep pendidikan berasrama, pemerintah berharap program tersebut mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka.

Di sisi lain, program ini juga dipandang sebagai investasi bagi pembangunan sektor pariwisata. Melalui pendidikan yang lebih merata, pemerintah menyiapkan calon tenaga profesional, pelaku usaha, pengelola desa wisata, hingga pemimpin daerah yang memahami potensi industri pariwisata Indonesia.

Kemensos Sebut Jutaan Anak Belum Mendapat Akses Pendidikan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata yang menyediakan lahan bagi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berdasarkan data pemerintah, hampir empat juta anak usia sekolah belum bersekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah akibat berbagai persoalan, terutama faktor ekonomi.

“Untuk itulah Presiden memberikan atensi khusus kepada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu strateginya adalah dengan menghadirkan Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah Yusuf.

Pada 2026, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat. Ke depan, setiap kabupaten dan kota diharapkan memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat permanen.

Lulusan Sekolah Rakyat Berpeluang Kuliah dengan Beasiswa

Saifullah Yusuf mengatakan Presiden juga mengarahkan agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki dua jalur pengembangan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil di dalam maupun luar negeri.

Karena itu, Kemensos berharap kerja sama dengan Kemenpar dapat berlanjut sehingga lulusan Sekolah Rakyat yang memiliki minat di bidang pariwisata dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di bawah Kementerian Pariwisata.

Baca Juga :  262.613 ASN Lulus Diklat Kurikulum Berbasis Cinta Kemenag, Rekor Tertinggi 3 Tahun

“Bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat yang memang memiliki minat dan bakat di dunia pariwisata bisa kita bimbing, kita arahkan ke perguruan tinggi yang ada di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan pihaknya akan menyiapkan kuota sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui program beasiswa.

Kolaborasi Diperluas hingga Pengembangan Desa Wisata

Selain pembangunan Sekolah Rakyat, kerja sama kedua kementerian juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata dan kesejahteraan sosial.

Kolaborasi tersebut meliputi sinkronisasi program Sekolah Rakyat dengan pengembangan desa wisata dan destinasi wisata, penguatan kurikulum sadar wisata, pertukaran data dan informasi sesuai ketentuan, serta berbagai program lain yang disepakati kedua belah pihak.

Widiyanti berharap sinergi lintas kementerian tersebut menjadi langkah awal dalam mencetak talenta Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi kebutuhan pembangunan nasional.

“Ini menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang semakin erat dalam membangun talenta-talenta Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Karena pada akhirnya, pariwisata yang berkualitas adalah pariwisata yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” tuturnya.

Penandatanganan kesepahaman itu turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham, serta Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung Anwari Masatip. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru