Kemenpar: Explorex 2027 Jadi Motor Pengembangan Ekosistem Wisata Petualangan Nasional

Penulis -

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenpar, Hafiz Agung Rifai (ketiga dari kiri) bersama stakeholders meluncurkan Explorex 2027 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenpar, Hafiz Agung Rifai (ketiga dari kiri) bersama stakeholders meluncurkan Explorex 2027 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Exploration and Experience Expo (Explorex) 2027.

Ajang ini diproyeksikan menjadi penggerak pengembangan ekosistem wisata petualangan Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi industri, serta promosi destinasi yang berkelanjutan.

Dukungan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, saat peluncuran Explorex 2027 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (14/7).

Hafiz mengapresiasi langkah PT Debindomulti Adhiswati yang menggagas platform untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor wisata petualangan nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi wisata petualangan kelas dunia. Keberadaan lebih dari 17.000 pulau dengan bentang alam yang beragam menghadirkan pilihan aktivitas. Mulai dari pegunungan, hutan tropis, sungai, danau, pantai hingga kawasan laut dengan kekayaan biodiversitas.

“Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu menawarkan pengalaman petualangan secara utuh melalui aktivitas darat, laut, dan udara, sejalan dengan konsep land, water, and air yang diusung oleh Explorex,” kata Hafiz.

Tren Wisata Berbasis Pengalaman Terus Meningkat

Hafiz menjelaskan, potensi tersebut semakin relevan dengan perubahan tren pariwisata global yang kini berfokus pada pengalaman wisata atau experience-based tourism.

Ia menyebut sejumlah segmen seperti adventure tourism, marine tourism, ecotourism, wellness tourism, dan sport tourism terus menunjukkan pertumbuhan. Berbagai kajian internasional, termasuk dari UN Tourism dan African Travel and Tourism Association (ATTA), juga menempatkan wisata berbasis pengalaman sebagai salah satu sektor yang berkembang paling cepat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan event nasional, Kementerian Pariwisata sepanjang 2026 telah mendukung lebih dari 30 kegiatan luar ruang. Event tersebut mencakup trail running, pacuan kuda, olahraga otomotif, balap sepeda, open water swimming, hingga kompetisi memancing.

Baca Juga :  Menakjubkan, Padang Punya Destinasi Wisata Goa di Indarung, Yuk Intip Keindahannya

“Kami meyakini Explorex 2027 bukan sekadar sebuah pameran. Tetapi menjadi katalisator kolaborasi industri, investasi, inovasi produk, promosi destinasi wisata petualangan Indonesia, penguatan UMKM dan industri pendukung. Serta pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event yang berkualitas,” ujar Hafiz.

Explorex Hadirkan Pengalaman Langsung bagi Pengunjung

Explorex 2027 akan berlangsung pada 9–11 April 2027 di Nusantara International Convention Center (NICE), Tangerang.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswati, Vibiadhi Swasti Pradana, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata beserta kementerian dan lembaga lainnya terhadap penyelenggaraan pameran tersebut.

Ia menjelaskan, Explorex dirancang sebagai platform berbasis pengalaman yang mengangkat tiga unsur utama eksplorasi, yakni darat, air, dan udara. Melalui konsep itu, pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat dapat membangun kolaborasi untuk memperkuat promosi, inovasi, serta pertumbuhan industri wisata petualangan.

Pengunjung nantinya tidak hanya melihat produk dan layanan yang dipamerkan. Mereka juga berkesempatan mencoba berbagai aktivitas luar ruang, berdiskusi dengan praktisi dan ahli, serta berinteraksi langsung dengan komunitas dan pelaku industri.

“Tujuan kami adalah membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan industri, komunitas, dan masyarakat. Explorex juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk, layanan, serta potensi industri petualangan melalui pengalaman langsung (hands-on experience),” kata Vibiadhi.

Industri Outdoor Memiliki Prospek Besar

Managing Director PT Industri Pameran Nusantara, Ryan Adrian, menilai Explorex 2027 akan menjadi salah satu momentum penting bagi pertumbuhan industri outdoor, wisata petualangan, dan wisata minat khusus di Indonesia.

Menurut Ryan, meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang seperti camping, hiking, dan kegiatan berbasis pengalaman membuka peluang besar bagi pengembangan industri tersebut. Karena itu, Explorex diharapkan mampu menjadi titik temu antara pelaku usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis

Sementara itu, Founder Skygears Indonesia, Harry Suliztiarto, berharap Explorex menjadi langkah awal membangun ekosistem kompetensi aktivitas luar ruang di Indonesia. Ia juga mendorong Indonesia menjadi pusat sertifikasi kompetensi kegiatan outdoor di kawasan Asia Tenggara.

Harry menegaskan bahwa pengembangan wisata petualangan harus berjalan seiring dengan peningkatan standar keselamatan, keamanan, pendidikan. Serta pelatihan sumber daya manusia agar mampu menghasilkan tenaga profesional berstandar internasional.

“Mari kita susun sistem pendidikan dan pelatihannya. Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang kompeten. Itulah mimpi kami untuk membangun industri outdoor Indonesia yang semakin maju,” ujar Harry.

Peluncuran Explorex 2027 turut dihadiri Asisten Deputi Bidang MICE Kementerian Pariwisata, Titus Haridjati. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru