Kemenpar Percepat Pengembangan KEK Samota, Bidik Jadi Destinasi Wisata Bahari Berkelas Dunia

Penulis -

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7/2026). (Foto: Kemenpar)

Sumbawa, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai destinasi wisata bahari berkelas dunia.

Kawasan ini dinilai memiliki keunggulan karena memadukan potensi bahari, konservasi, budaya lokal, serta peluang investasi yang besar.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan KEK Samota memiliki fondasi kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia. Hal itu disampaikan saat Diskusi Rencana Tindak Lanjut KEK Samota di Seaside Resto, Sumbawa, Jumat (24/7/2026).

Menurut Ni Luh, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah wisatawan. Pemerintah juga ingin menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

“Oleh karena itu, pengembangan kawasan ini tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Tetapi juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, serta menarik investasi jangka panjang,” kata Ni Luh.

Usung Konsep Ekonomi Biru dan Hijau

Lebih lanjut, Ni Luh menjelaskan pengembangan KEK Samota mengadopsi konsep ekonomi biru, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, dan ekonomi kreatif. Pendekatan tersebut dirancang agar sektor pariwisata tumbuh seiring dengan penguatan sektor ekonomi lainnya.

Melalui konsep itu, kawasan Samota diharapkan mampu mendorong perkembangan perikanan, peternakan, agroindustri, hingga UMKM. Seluruh sektor tersebut diharapkan saling terhubung sehingga menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Akses Menuju Samota Semakin Kompetitif

Dari sisi konektivitas, KEK Samota memiliki dukungan infrastruktur transportasi yang memadai. Kawasan ini dapat dijangkau melalui Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin dan Pelabuhan Pototano yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok.

Kemudahan akses tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, konektivitas yang semakin baik juga membuka peluang masuknya investasi baru di sektor pariwisata.

Baca Juga :  Spring Airlines Buka Rute Guangzhou dan Shenzhen-Jakarta, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan Tiongkok
Tren Kunjungan Wisata Menguat

Prospek pengembangan KEK Samota juga didukung peningkatan kunjungan wisata di wilayah sekitarnya. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Kabupaten Sumbawa mencatat 514.419 kunjungan wisatawan nusantara.

Pada periode yang sama, Kabupaten Dompu menerima 497.048 wisatawan nusantara. Sementara itu, pasar wisatawan mancanegara terlihat dari arus kedatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok yang didominasi wisatawan asal Malaysia, Singapura, Tiongkok, Inggris, dan Prancis.

Kemenpar Siapkan Penguatan Investasi Pariwisata

Ni Luh menegaskan Kementerian Pariwisata akan terus mendampingi pengembangan KEK Samota agar menjadi kawasan strategis yang mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

“KEK Samota merupakan aset strategis bagi pariwisata Indonesia karena memadukan keindahan bahari, kekayaan konservasi, dan budaya dalam satu kawasan yang terintegrasi. Kemenpar akan terus memperkuat ekosistem investasi pariwisata di kawasan ini. Mulai dari fasilitasi perizinan, pengembangan infrastruktur dan kualitas destinasi, peningkatan kapasitas SDM pariwisata, hingga promosi investasi secara berkelanjutan,” ujar Ni Luh.

Kunjungan kerja Wamenpar Ni Luh Puspa ke Sumbawa dilakukan bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto Sipin, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru