Kemenpar Perkuat Pariwisata Premium Nasional, Dorong Wisatawan Domestik Pilih Produk Wisata Eksklusif Indonesia

Penulis -

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar menggelar kegiatan Luxury Business Gathering di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Kemenpar menggelar kegiatan Luxury Business Gathering di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Minat wisatawan Indonesia terhadap pengalaman wisata yang eksklusif dan berkualitas terus meningkat. Menyikapi tren tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat pengembangan ekosistem pariwisata premium nasional agar wisatawan domestik semakin memilih berlibur di dalam negeri melalui beragam produk wisata berkelas yang mampu bersaing dengan destinasi luar negeri.

Kemenpar mewujudkan upaya tersebut melalui kegiatan Luxury Business Gathering di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial melalui format VIP luncheon dan business matching untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan dinamika global, perubahan geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia turut memengaruhi pola perjalanan wisatawan Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi momentum bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata dalam negeri yang semakin kompetitif.

“Kondisi ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Widiyanti.

Perjalanan Wisatawan Nusantara Terus Meningkat

Potensi pasar wisata domestik terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 319,51 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 13,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kemenpar Hadirkan Produk Wisata Premium Terkurasi

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Luxury Business Gathering menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pembeli potensial dengan pelaku industri pariwisata premium yang telah melalui proses kurasi Kementerian Pariwisata.

Baca Juga :  Kunjungan PM India Narendra Modi ke Prambanan Perkuat Pariwisata Budaya Indonesia-India

“Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang,” ujar Made.

Libatkan 10 Sellers dan 25 Buyers Potensial

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan 10 sellers premium dan sekitar 25 buyers potensial dalam format pertemuan yang lebih terarah serta produktif.

“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” kata Erwita.

Sepuluh sellers yang berpartisipasi berasal dari berbagai subsektor industri pariwisata premium. Mereka mencakup jaringan hotel internasional, operator perjalanan wisata, pelaku wisata bahari, hingga asosiasi industri pariwisata.

Perkuat Daya Saing Destinasi Premium Indonesia

Menurut Erwita, kegiatan ini juga menjadi proyek percontohan Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang lebih kuat, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.

“Ke depan, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi pariwisata premium berkelas dunia,” ujarnya.

Melalui penguatan kolaborasi antara pelaku industri dan pembeli potensial, Kementerian Pariwisata berharap semakin banyak produk wisata premium Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pergerakan wisatawan di dalam negeri serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat di destinasi wisata. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru