Jakarta, Javanusa—Minat wisatawan Indonesia terhadap pengalaman wisata yang eksklusif dan berkualitas terus meningkat. Menyikapi tren tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat pengembangan ekosistem pariwisata premium nasional agar wisatawan domestik semakin memilih berlibur di dalam negeri melalui beragam produk wisata berkelas yang mampu bersaing dengan destinasi luar negeri.
Kemenpar mewujudkan upaya tersebut melalui kegiatan Luxury Business Gathering di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan calon pembeli potensial melalui format VIP luncheon dan business matching untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan dinamika global, perubahan geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia turut memengaruhi pola perjalanan wisatawan Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi momentum bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata dalam negeri yang semakin kompetitif.
“Kondisi ini menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan produk wisata berkualitas yang kompetitif sehingga masyarakat semakin tertarik untuk berwisata #DiIndonesiaAja,” kata Widiyanti.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Terus Meningkat
Potensi pasar wisata domestik terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 319,51 juta perjalanan. Angka tersebut meningkat 13,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kemenpar Hadirkan Produk Wisata Premium Terkurasi
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Luxury Business Gathering menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pembeli potensial dengan pelaku industri pariwisata premium yang telah melalui proses kurasi Kementerian Pariwisata.
“Kami menghadirkan sellers yang menawarkan paket dan produk wisata premium dengan layanan eksklusif serta pengalaman berkualitas tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar luxury tourism yang terus berkembang,” ujar Made.
Libatkan 10 Sellers dan 25 Buyers Potensial
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan 10 sellers premium dan sekitar 25 buyers potensial dalam format pertemuan yang lebih terarah serta produktif.
“Melalui konsep rotasi meja dan diskusi yang lebih intensif, kami berharap tercipta peluang kerja sama bisnis yang konkret dan berkelanjutan,” kata Erwita.
Sepuluh sellers yang berpartisipasi berasal dari berbagai subsektor industri pariwisata premium. Mereka mencakup jaringan hotel internasional, operator perjalanan wisata, pelaku wisata bahari, hingga asosiasi industri pariwisata.
Perkuat Daya Saing Destinasi Premium Indonesia
Menurut Erwita, kegiatan ini juga menjadi proyek percontohan Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem pariwisata premium domestik yang lebih kuat, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi.
“Ke depan, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi pariwisata premium berkelas dunia,” ujarnya.
Melalui penguatan kolaborasi antara pelaku industri dan pembeli potensial, Kementerian Pariwisata berharap semakin banyak produk wisata premium Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pergerakan wisatawan di dalam negeri serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat di destinasi wisata. (*/red)






