Kemenpar Perkuat Pasar Wisata Premium Domestik Lewat Luxury Business Networking

Penulis -

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar menggelar Luxury Business Networking di Bandung, Jumat (14/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Kemenpar menggelar Luxury Business Networking di Bandung, Jumat (14/8/2026). (Foto: Kemenpar)

Bandung, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong wisatawan Indonesia memilih pengalaman perjalanan premium di dalam negeri.

Strategi ini bertujuan menjaga belanja wisata masyarakat tetap berputar di Indonesia sekaligus memperluas pasar pariwisata berkualitas.

Kemenpar menjalankan strategi tersebut melalui Luxury Business Networking. Forum ini mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan pengambil keputusan perjalanan kelas atas.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kondisi global turut memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih destinasi perjalanan.

“Ini adalah momentum kita. Kita ingin memastikan perputaran dana masyarakat Indonesia tetap berada di dalam negeri melalui produk-produk wisata premium berkelas dunia,” kata Ni Made Ayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global ikut memengaruhi pola perjalanan wisatawan Indonesia. Situasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi industri pariwisata nasional untuk menawarkan alternatif perjalanan premium.

Beragam destinasi di Indonesia memiliki peluang menghadirkan pengalaman wisata dengan standar tinggi. Produk tersebut dapat menyasar masyarakat yang sebelumnya menjadikan perjalanan ke luar negeri sebagai pilihan.

Potensi Wisatawan Nusantara Terus Tumbuh

Peluang pasar wisata premium domestik juga didukung tingginya mobilitas wisatawan nusantara. Data Kemenpar mencatat perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan sepanjang 2025.

Angka tersebut tumbuh 17,53 persen. Tren pertumbuhan masih berlanjut pada semester I 2026 dengan 630,41 juta perjalanan.

Jumlah itu meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Besarnya pasar tersebut memberi ruang bagi pelaku industri untuk memperluas variasi produk wisata.

Ni Made Ayu menilai pasar domestik tidak hanya membutuhkan lebih banyak destinasi. Wisatawan juga mencari kualitas layanan, kenyamanan, privasi, pengalaman unik, serta perjalanan yang lebih personal.

Baca Juga :  Menakjubkan, Padang Punya Destinasi Wisata Goa di Indarung, Yuk Intip Keindahannya

Karena itu, Kemenpar mengambil posisi sebagai fasilitator. Kementerian mempertemukan pelaku usaha wisata premium dengan calon mitra dan pengambil keputusan perjalanan.

Pertemuan langsung tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar. Forum itu juga menjadi sarana untuk mengatasi keterbatasan kanal interaksi bisnis bagi industri pariwisata premium.

Paket Wisata Premium Di Atas Rp15 Juta

Luxury Business Networking mempertemukan buyers dan sellers yang telah melalui proses kurasi. Produk dan paket perjalanan yang ditawarkan memiliki nilai lebih dari Rp15 juta per orang.

Produk premium tersebut menawarkan fasilitas, pelayanan, dan pengalaman yang berbeda dari paket wisata reguler. Nilai tambah itu menjadi bagian penting dalam menyasar wisatawan dengan kebutuhan perjalanan yang lebih spesifik.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti mengatakan forum tersebut melibatkan 11 sellers industri pariwisata premium. Kegiatan itu juga mempertemukan sekitar 23 buyers dalam format pertemuan bisnis yang lebih terarah.

Sebelas sellers tersebut berasal dari berbagai subsektor pariwisata. Pesertanya mencakup penyedia akomodasi, transportasi, paket pengalaman premium, serta agen perjalanan dan tur.

Dari sektor akomodasi, terdapat Archipelago Hotels dan Padma Hotel Bandung. Sementara itu, sektor transportasi menghadirkan Mosalaki Phinisi, Lamain Voyage Indonesia, dan PT KAI Wisata.

Citilink Indonesia turut hadir sebagai penyedia paket pengalaman premium. Forum tersebut juga melibatkan perwakilan agen perjalanan dan tur dari ASTINDO DPD Jawa Barat, AITTA DPD Jawa Barat, serta ASITA DPD Jawa Barat.

Dorong Kolaborasi Bisnis Berkelanjutan

Kemenpar merancang kegiatan dengan format table rotation. Melalui pola tersebut, peserta dapat berdiskusi secara bergantian mengenai kebutuhan pasar dan karakter produk.

Sesi pertemuan kemudian berlanjut melalui networking dinner. Format ini memberi ruang bagi peserta untuk memperdalam pembahasan dan menjajaki peluang kerja sama.

Baca Juga :  Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura

“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perjumpaan bisnis, tetapi mampu menciptakan dampak nyata dan menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan di sektor pariwisata premium,” kata Erwita.

Penguatan pasar wisata premium domestik diharapkan memperluas pilihan perjalanan berkualitas bagi wisatawan Indonesia. Strategi tersebut juga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari setiap perjalanan yang dilakukan di dalam negeri.

Semakin banyak produk premium tersedia di Indonesia, semakin besar peluang belanja wisata tetap berputar di pasar domestik. Dampaknya dapat dirasakan industri pariwisata, pelaku usaha lokal, tenaga kerja, hingga perekonomian di berbagai destinasi.

Langkah Kemenpar ini sekaligus mengarah pada pengembangan pariwisata berkualitas. Fokusnya tidak hanya mengejar jumlah perjalanan, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman dan nilai ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan pariwisata diharapkan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru