WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global

Penulis -

Kamis, 24 September 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpar Widiyanti Putri Wardhana, dalam Konferensi Pers Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026, Jakarta, (23/9/2026). (Foto: Kemenpar)

Menpar Widiyanti Putri Wardhana, dalam Konferensi Pers Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026, Jakarta, (23/9/2026). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Industri pariwisata Indonesia kembali mendapat ruang untuk memperluas jejaring bisnis internasional melalui Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026.

Ajang business-to-business (B2B) tersebut akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, WITF 2026 mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan buyer internasional dan perusahaan nasional.

Forum ini menjadi salah satu upaya memperkuat promosi serta membuka akses pasar baru di tengah perubahan industri pariwisata global.

WITF 2026 merupakan kolaborasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Perluas Koneksi Industri dengan Pasar Internasional

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan konektivitas antara industri pariwisata nasional dan pasar global perlu terus diperkuat.

Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti dalam konferensi pers WITF 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).

“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” ungkapnya.

Kementerian Pariwisata juga kembali menyediakan booth Wonderful Indonesia bagi pelaku industri dalam negeri. Peserta yang terlibat antara lain desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, dan wisata sekolah.

Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat menawarkan berbagai produk serta paket wisata kepada buyer dan pengunjung WITF 2026.

Hadirkan Lebih dari 100 Buyer dari 34 Negara

WITF 2026 akan melibatkan puluhan exhibitor dari beragam subsektor pariwisata. Pesertanya mencakup tour operator, travel agent, hotel, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, serta berbagai layanan pendukung wisata.

Baca Juga :  Bali Spirit Festival 2026 Perkuat Posisi Indonesia di Industri Wellness Global

Keragaman tersebut menggambarkan luasnya ekosistem pariwisata Indonesia. Pada saat yang sama, buyer memiliki kesempatan untuk menemukan berbagai produk wisata dalam satu forum bisnis.

Dari sisi permintaan, penyelenggara mengundang lebih dari 100 international buyers dari 34 negara. Mereka akan mengikuti agenda business matching bersama exhibitor Indonesia.

Kementerian Pariwisata turut mendukung program tersebut dengan menghadirkan puluhan buyer potensial dari sejumlah negara fokus pasar. Para buyer akan mengikuti familiarization trip atau Fam Trip ke berbagai destinasi Indonesia sebelum melanjutkan agenda business matching di WITF 2026.

Selain pasar mancanegara, WITF tahun ini juga memperluas jejaring bisnis domestik. Lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional akan ikut dalam agenda business matching.

Pertemuan antara buyer internasional dan perusahaan nasional tersebut membuka peluang bagi industri untuk memperluas pasar. Dampaknya diharapkan mencakup peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus pertumbuhan perjalanan wisata domestik.

Jakarta Diperkuat sebagai Gateway Pariwisata

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut mendukung WITF 2026 sebagai bagian dari rangkaian “Menuju 5 Abad Jakarta”.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat peran Jakarta sebagai gateway dan hub perjalanan wisata serta bisnis menuju berbagai destinasi Indonesia.

Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani mengatakan posisi Jakarta strategis karena mempertemukan pasar internasional dengan pelaku industri dari berbagai daerah.

“Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia. Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional,” ungkap Hariyadi.

Menurutnya, penyelenggaraan WITF juga menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad. Momentum tersebut sekaligus mendukung upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan pusat kegiatan ekonomi serta pariwisata.

Baca Juga :  Menpar Dorong Sumbar Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim dan Gastronomi Kelas Dunia
Industri Pariwisata Hadapi Ketidakpastian Global

Penyelenggaraan WITF 2026 berlangsung ketika industri pariwisata dunia menghadapi berbagai tantangan akibat dinamika geopolitik.

Perubahan pola perjalanan, kondisi ekonomi, konektivitas, hingga persepsi terhadap keamanan destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan dan buyer.

Situasi tersebut membuat pelaku industri perlu menjaga komunikasi dengan pasar. Promosi destinasi dan penguatan hubungan bisnis menjadi bagian penting untuk mempertahankan daya saing produk wisata Indonesia.

Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata mengatakan industri pariwisata harus tetap bergerak meski menghadapi kondisi global yang penuh tantangan.

“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif. WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” ujar Budi.

Ia menambahkan, pembangunan tourism tradeshow berskala internasional membutuhkan konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, asosiasi, pelaku industri, destinasi, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam pengembangan forum tersebut.

“Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,” tambah Budi.

WITF 2026 Bawa Tema Beyond Borders

WITF 2026 mengusung tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism”. Tema tersebut mencerminkan upaya memperluas jaringan pasar sekaligus menciptakan dampak bagi ekosistem pariwisata nasional.

Melalui pertemuan antara pelaku industri dan buyer dari berbagai negara serta perusahaan nasional, WITF 2026 menjadi ruang untuk mempromosikan destinasi dan produk wisata Indonesia.

Penyelenggaraan tahun ketiga ini juga menjadi bagian dari upaya membangun platform B2B pariwisata Indonesia yang berorientasi internasional.

Baca Juga :  Kemenpar Promosikan Yogyakarta dan Lombok untuk Wisatawan India, Alternatif Selain Bali

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan pelaku industri, WITF 2026 diharapkan memperluas hubungan bisnis pariwisata. Forum tersebut juga membuka peluang bagi lebih banyak perjalanan wisatawan mancanegara dan domestik di Indonesia. (*)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner
Pantai Tiram Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Bahari Menuju Mentawai

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru