Jakarta, Javanusa—Industri pariwisata Indonesia kembali mendapat ruang untuk memperluas jejaring bisnis internasional melalui Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026.
Ajang business-to-business (B2B) tersebut akan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, WITF 2026 mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan buyer internasional dan perusahaan nasional.
Forum ini menjadi salah satu upaya memperkuat promosi serta membuka akses pasar baru di tengah perubahan industri pariwisata global.
WITF 2026 merupakan kolaborasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Perluas Koneksi Industri dengan Pasar Internasional
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan konektivitas antara industri pariwisata nasional dan pasar global perlu terus diperkuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti dalam konferensi pers WITF 2026 di Jakarta, Rabu (23/9).
“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” ungkapnya.
Kementerian Pariwisata juga kembali menyediakan booth Wonderful Indonesia bagi pelaku industri dalam negeri. Peserta yang terlibat antara lain desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, dan wisata sekolah.
Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat menawarkan berbagai produk serta paket wisata kepada buyer dan pengunjung WITF 2026.
Hadirkan Lebih dari 100 Buyer dari 34 Negara
WITF 2026 akan melibatkan puluhan exhibitor dari beragam subsektor pariwisata. Pesertanya mencakup tour operator, travel agent, hotel, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, serta berbagai layanan pendukung wisata.
Keragaman tersebut menggambarkan luasnya ekosistem pariwisata Indonesia. Pada saat yang sama, buyer memiliki kesempatan untuk menemukan berbagai produk wisata dalam satu forum bisnis.
Dari sisi permintaan, penyelenggara mengundang lebih dari 100 international buyers dari 34 negara. Mereka akan mengikuti agenda business matching bersama exhibitor Indonesia.
Kementerian Pariwisata turut mendukung program tersebut dengan menghadirkan puluhan buyer potensial dari sejumlah negara fokus pasar. Para buyer akan mengikuti familiarization trip atau Fam Trip ke berbagai destinasi Indonesia sebelum melanjutkan agenda business matching di WITF 2026.
Selain pasar mancanegara, WITF tahun ini juga memperluas jejaring bisnis domestik. Lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional akan ikut dalam agenda business matching.
Pertemuan antara buyer internasional dan perusahaan nasional tersebut membuka peluang bagi industri untuk memperluas pasar. Dampaknya diharapkan mencakup peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus pertumbuhan perjalanan wisata domestik.
Jakarta Diperkuat sebagai Gateway Pariwisata
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut mendukung WITF 2026 sebagai bagian dari rangkaian “Menuju 5 Abad Jakarta”.
Kolaborasi tersebut juga memperkuat peran Jakarta sebagai gateway dan hub perjalanan wisata serta bisnis menuju berbagai destinasi Indonesia.
Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani mengatakan posisi Jakarta strategis karena mempertemukan pasar internasional dengan pelaku industri dari berbagai daerah.
“Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia. Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional,” ungkap Hariyadi.
Menurutnya, penyelenggaraan WITF juga menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad. Momentum tersebut sekaligus mendukung upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan pusat kegiatan ekonomi serta pariwisata.
Industri Pariwisata Hadapi Ketidakpastian Global
Penyelenggaraan WITF 2026 berlangsung ketika industri pariwisata dunia menghadapi berbagai tantangan akibat dinamika geopolitik.
Perubahan pola perjalanan, kondisi ekonomi, konektivitas, hingga persepsi terhadap keamanan destinasi dapat memengaruhi keputusan wisatawan dan buyer.
Situasi tersebut membuat pelaku industri perlu menjaga komunikasi dengan pasar. Promosi destinasi dan penguatan hubungan bisnis menjadi bagian penting untuk mempertahankan daya saing produk wisata Indonesia.
Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata mengatakan industri pariwisata harus tetap bergerak meski menghadapi kondisi global yang penuh tantangan.
“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif. WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” ujar Budi.
Ia menambahkan, pembangunan tourism tradeshow berskala internasional membutuhkan konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, asosiasi, pelaku industri, destinasi, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam pengembangan forum tersebut.
“Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,” tambah Budi.
WITF 2026 Bawa Tema Beyond Borders
WITF 2026 mengusung tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism”. Tema tersebut mencerminkan upaya memperluas jaringan pasar sekaligus menciptakan dampak bagi ekosistem pariwisata nasional.
Melalui pertemuan antara pelaku industri dan buyer dari berbagai negara serta perusahaan nasional, WITF 2026 menjadi ruang untuk mempromosikan destinasi dan produk wisata Indonesia.
Penyelenggaraan tahun ketiga ini juga menjadi bagian dari upaya membangun platform B2B pariwisata Indonesia yang berorientasi internasional.
Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan pelaku industri, WITF 2026 diharapkan memperluas hubungan bisnis pariwisata. Forum tersebut juga membuka peluang bagi lebih banyak perjalanan wisatawan mancanegara dan domestik di Indonesia. (*)






