Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi pariwisata Indonesia di Eropa melalui serial televisi First Class Indonesia™️. Program ini ditayangkan perdana di Belanda sebagai bagian strategi meningkatkan brand awareness Wonderful Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi kepada RTL 4, Videoland, para pembuat film, dan tim kreatif yang terlibat. Menurut Widiyanti, kolaborasi ini menekankan konten pariwisata berkelas dunia dengan storytelling kuat, menonjolkan keaslian, dan mendukung pariwisata berkelanjutan.
Belanda dipilih karena hubungan historis kedua negara, tren kunjungan wisatawan yang stabil, dan minat tinggi wisatawan Belanda terhadap budaya, alam, dan pengalaman berkelanjutan. Negara ini juga termasuk salah satu dari 15 target pasar pariwisata Indonesia untuk periode 2025–2026.
Serial First Class Indonesia™️ menampilkan destinasi unggulan seperti Bali, Sumba, dan Lombok. Setiap episode menyoroti keindahan alam, tradisi lokal, kerajinan tangan, kuliner, praktik wellness, dan layanan hospitality kelas dunia. Program ini menekankan prinsip keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Di Bali, serial menampilkan ritual sakral, tradisi, dan praktik wellness. Di Sumba, ditampilkan keaslian tradisi leluhur dan dampak sosial pengembangan pariwisata. Lombok menonjolkan harmoni antara alam, aktivitas petualangan, dan praktik pariwisata ramah lingkungan.
Program ini ditayangkan di RTL 4, saluran televisi dengan jangkauan sekitar 1,6 juta penonton per pekan dan 4 juta per bulan, serta tersedia di platform streaming Videoland, sehingga menjangkau audiens lebih luas sepanjang 2026.
Widiyanti menegaskan bahwa serial ini mengajak penonton merasakan Indonesia sebagai narasi hidup, yang terbentuk dari keindahan alam, budaya, dan kehangatan masyarakat.
Langkah ini juga mendukung diplomasi budaya dan mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui sektor pariwisata.
Dengan promosi yang terarah, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16–17,6 juta kunjungan pada 2026. (*/red)






