Kemenpar Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Malaysia dan Singapura

Penulis -

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar memperluas pasar wisata selam Maratua ke Malaysia dan Singapura melalui Famtrip Marine Maratua 2026. (Foto: Kemenpar)

Kemenpar memperluas pasar wisata selam Maratua ke Malaysia dan Singapura melalui Famtrip Marine Maratua 2026. (Foto: Kemenpar)

Berau, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik pasar Malaysia dan Singapura untuk memperluas pemasaran wisata selam Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Strategi itu ditempuh melalui Famtrip Marine Maratua 2026 yang melibatkan sejumlah dive center dari kedua negara.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 10–15 Agustus 2026. Peserta mendapat kesempatan melihat langsung potensi wisata bahari, layanan penyelaman, akomodasi, hingga pengalaman budaya yang tersedia di Maratua.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Maratua sebagai destinasi wisata bahari unggulan Indonesia.

Menurut dia, pengalaman langsung di lapangan dapat membantu pelaku industri pariwisata Malaysia dan Singapura mengenali produk yang tersedia. Kemenpar berharap mereka kemudian memasukkan Maratua dalam paket perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan.

“Melalui kegiatan famtrip ini, para dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi diving, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya. Kami berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi mereka untuk memasukkan Maratua ke dalam paket wisata yang mereka tawarkan di pasar Malaysia dan Singapura,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Selama enam hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas untuk mengenal kesiapan destinasi. Mereka juga melakukan penyelaman selama tiga hari di sembilan titik selam.

Kegiatan tersebut memberi gambaran mengenai kondisi bawah laut Maratua. Peserta sekaligus melihat layanan penyelaman dan fasilitas akomodasi yang mendukung kunjungan wisatawan mancanegara.

Wisata Maratua Tak Hanya Mengandalkan Diving

Agenda famtrip juga membawa peserta menjelajahi sejumlah daya tarik di luar aktivitas menyelam. Mereka mengunjungi Goa Gumantung dan menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Harapan.

Baca Juga :  Semen Padang FC vs PSPS Pekanbaru, Ini Rekor Pertemuan Kedua Tim

Peserta juga melakukan site visit ke beberapa akomodasi. Rangkaian perjalanan berlanjut ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenal budaya serta produk lokal.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Maratua memiliki produk wisata yang lebih beragam. Destinasi ini dapat memadukan wisata selam dengan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

“Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pengenalan destinasi, tetapi dapat berlanjut pada pengembangan produk dan pemasaran paket wisata Maratua di kedua pasar tersebut,” ujar Made.

Malaysia dan Singapura Jadi Pasar Strategis

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia menilai Malaysia dan Singapura memiliki posisi penting bagi pemasaran pariwisata Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026 mencatat 1.361.772 kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia ke Indonesia. Pada periode yang sama, wisatawan asal Singapura mencapai 739.721 kunjungan.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar dari kedua negara. Kemenpar melihat potensi itu dapat dikembangkan untuk produk wisata minat khusus, termasuk wisata bahari dan selam.

“Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga dari peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti diving,” ujar Dedi.

Pelaku Usaha Maratua Didorong Bangun Kemitraan

Selain memperkenalkan destinasi, Famtrip Marine Maratua 2026 mempertemukan pelaku industri lokal dengan dive center dari Malaysia dan Singapura.

Pertemuan melalui networking event itu membuka ruang bagi pelaku usaha Maratua untuk menawarkan produk dan layanan. Mereka juga dapat menjajaki kerja sama dengan calon mitra dari kedua negara.

Kolaborasi tersebut berpotensi menghasilkan paket perjalanan yang lebih beragam. Wisatawan dapat menikmati aktivitas menyelam sekaligus mengeksplorasi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.

Baca Juga :  WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Pengembangan wisata selam Maratua berpeluang memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Peningkatan kunjungan dapat mendorong permintaan terhadap akomodasi, pemandu, transportasi, kuliner, produk lokal, dan jasa pendukung lainnya.

Dari sisi produk, kekayaan bawah laut tetap menjadi daya tarik utama Maratua. Potensi alam dan budaya dapat memperkuat pengalaman wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.

“Melalui pelaksanaan Famtrip Marine Maratua 2026, Kementerian Pariwisata berharap hubungan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dengan dive center di Malaysia dan Singapura dapat terus berkembang dan menghasilkan peluang kerja sama yang berkelanjutan. Pengalaman peserta selama berada di Maratua juga diharapkan dapat mendorong promosi dan pemasaran destinasi tersebut secara lebih luas di pasar internasional,” kata Dedi. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru