Kementan Percepat Swasembada Susu Nasional, Siapkan Kredit 0 Persen dan Perkuat Kemitraan Peternak

Penulis -

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor bersama asosiasi, koperasi, industri pengolah susu, perusahaan peternakan, serta pelaku usaha persusuan di Kantor Kementan, Senin (3/8/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Rakor bersama asosiasi, koperasi, industri pengolah susu, perusahaan peternakan, serta pelaku usaha persusuan di Kantor Kementan, Senin (3/8/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat upaya mewujudkan swasembada susu nasional dengan membangun ekosistem industri persusuan yang terintegrasi.

Pemerintah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari skema pembiayaan berbunga 0 persen, peningkatan populasi sapi perah, hingga penguatan kemitraan antara peternak dan industri pengolah susu.

Peningkatan kebutuhan susu nasional, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong pemerintah mempercepat pengembangan industri persusuan.

Fokusnya bukan hanya menambah jumlah sapi perah, tetapi juga membangun sistem yang menghubungkan peternak, koperasi, industri, lembaga pembiayaan, dan pemerintah.

Melalui ekosistem tersebut, produksi susu segar dalam negeri diharapkan meningkat secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, kesejahteraan peternak dapat terdongkrak dan ketergantungan terhadap impor produk susu berangsur berkurang.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan percepatan pengembangan sapi perah memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin membangun ekosistem persusuan nasional yang kuat. Target penambahan populasi sapi perah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga membutuhkan keterlibatan koperasi, industri pengolah susu, perusahaan peternakan, lembaga keuangan, hingga peternak rakyat,” ujar Agung dalam rapat koordinasi bersama asosiasi, koperasi, industri pengolah susu, perusahaan peternakan, serta pelaku usaha persusuan di Kantor Kementan, Senin (3/8/2026).

Pemerintah Siapkan Skema Kredit Berbunga 0 Persen

Untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah instrumen kebijakan. Salah satunya berupa usulan pembiayaan dengan bunga 0 persen.

Skema tersebut mencakup masa tenggang pembayaran selama dua tahun, jangka waktu pinjaman hingga tujuh tahun. Serta plafon kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha peternak. Kebijakan ini diharapkan memperluas akses modal sekaligus mendorong peternak meningkatkan kapasitas usahanya.

Selain pembiayaan, Kementan juga memperluas sumber pengadaan indukan sapi perah produktif dari berbagai negara. Negara yang menjadi alternatif antara lain Brasil, Chili, Meksiko, dan Selandia Baru.

Baca Juga :  Kemenkeu Paparkan Lima Program Strategis pada Raker Komisi XI DPR RI

Diversifikasi tersebut bertujuan mempercepat penambahan populasi sapi perah nasional, mengurangi ketergantungan pada satu negara pemasok, serta menjaga keberlanjutan pengembangan industri persusuan di tengah meningkatnya permintaan global.

Momentum Perkuat Industri Persusuan Nasional

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Peternakan, Prof. Ali Agus, menilai kondisi saat ini menjadi kesempatan penting untuk mempercepat transformasi sektor persusuan.

“Saat ini kita memiliki momentum yang sangat baik karena pengembangan persusuan telah menjadi perhatian pemerintah. Yang perlu kita pastikan adalah seluruh kebijakan dapat dijalankan secara realistis, mulai dari penyediaan sapi, pembiayaan, pakan, asuransi ternak, hingga kepastian pasar. Kalau seluruh mata rantai ini tersambung, swasembada susu bukan lagi sekadar cita-cita,” kata Prof. Ali Agus.

Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keterhubungan seluruh rantai usaha, mulai dari penyediaan sapi hingga pemasaran hasil produksi.

Kemitraan Industri dan Peternak Diperkuat

Kementan juga mendorong industri pengolah susu memperluas pola kemitraan dengan peternak rakyat. Melalui kerja sama tersebut, industri tidak hanya membeli susu segar, tetapi juga memberikan pendampingan, membantu peningkatan produktivitas, mendukung pengembangan populasi sapi perah, serta menjamin penyerapan hasil produksi.

Model kemitraan ini diyakini mampu mempercepat peningkatan produksi susu nasional sekaligus meningkatkan daya saing peternak dalam negeri.

Sebagai langkah lanjutan, Kementan meminta seluruh asosiasi dan perusahaan segera menyampaikan proyeksi kebutuhan indukan sapi perah untuk 2027 beserta rencana pengembangannya.

Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan protokol kesehatan hewan, memperkuat kerja sama antarnegara. Serta menyusun sistem logistik agar proses pengadaan ternak berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan.

Melalui penguatan investasi, kemudahan pembiayaan, pengembangan populasi sapi perah, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis produksi susu segar nasional terus meningkat.

Baca Juga :  5 Bisnis Sampingan yang Cocok Buat Pendiam dan Pemalu

Langkah itu diharapkan mempercepat terwujudnya swasembada susu sekaligus memperkuat ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru