Percepatan Sertifikasi Halal Perkuat Industri Nasional

Penulis -

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan struktur industri nasional dan peningkatan daya saing produk dalam negeri.

Langkah ini dilakukan melalui penguatan layanan jasa industri dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam penguatan layanan jasa industri di kawasan industri Kabupaten Ketapang serta pelaksanaan fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa percepatan sertifikasi halal merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional.

“Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga mendukung perluasan akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” kata Menperin dalam keterangan resmi, Jumat (27/2).

Sinergi Pusat dan Daerah

Koordinasi dilakukan antara BSPJI Pontianak dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, serta ESDM Provinsi Kalimantan Barat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan industri dan layanan standardisasi.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan bahwa percepatan sertifikasi halal juga sejalan dengan transformasi layanan jasa industri yang lebih terintegrasi.

“Penguatan peran unit layanan daerah, termasuk BSPJI, diperlukan agar layanan semakin responsif terhadap kebutuhan industri,” ujarnya.

Fasilitasi untuk Pelaku Usaha

Salah satu agenda utama dari koordinasi tersebut adalah pelaksanaan Program Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi 30 pelaku usaha di Kalimantan Barat yang direncanakan pada 2025. Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam pelaksanaannya, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) BSPJI Pontianak ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan halal terhadap produk pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 Tetap Ekspansi, Industri Tangguh di Tengah Tekanan Global

Kepala BSPJI Pontianak Ahmad Nashoruddin Muammar mengatakan koordinasi ini bertujuan menyelaraskan layanan jasa BSPJI dengan kebutuhan industri daerah, khususnya terkait pemenuhan standar dan persyaratan sertifikasi.

Kepala Disperindagkop ESDM Provinsi Kalimantan Barat Syarif Kamaruzaman menyatakan bahwa fasilitasi sertifikasi halal menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha.

Program ini diarahkan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen dan membuka peluang perluasan pasar.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, BSPJI Pontianak menyatakan komitmennya untuk memberikan layanan jasa industri dan pemeriksaan halal yang profesional serta akuntabel guna mendukung pertumbuhan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kalimantan Barat. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru