PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 Tetap Ekspansi, Industri Tangguh di Tengah Tekanan Global

Penulis -

Sabtu, 4 April 2026 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Sektor manufaktur nasional kembali menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok terus menekan industri.

Meski demikian, PMI manufaktur Indonesia Maret 2026 mencapai 50,1. Angka ini tetap berada di zona ekspansi.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, capaian ini cukup mengejutkan. Ia menyampaikan rasa syukur atas kinerja industri tersebut.

Kondisi global dan domestik masih sangat berat. Namun demikian, PMI tetap berada di atas angka 50. Oleh karena itu, sektor manufaktur dinilai memiliki resiliensi kuat.

Sepanjang Triwulan I 2026, PMI manufaktur konsisten berada di fase ekspansi. Pada Januari, PMI tercatat sebesar 52,6.

Kemudian, pada Februari, angka meningkat menjadi 53,8. Namun, pada Maret, PMI mengalami moderasi menjadi 50,1. Meski demikian, aktivitas industri masih menunjukkan pertumbuhan.

Menperin menegaskan kekuatan struktur industri nasional tetap terjaga. Permintaan domestik masih menjadi penopang utama. Tekanan eksternal dapat tertahan. Oleh sebab itu, fundamental industri dinilai tetap kuat.

Jika dibandingkan global, posisi PMI Indonesia masih kompetitif. Sebagai contoh, Jepang mencatat PMI 51,6 pada Maret 2026. Angka tersebut mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.

Di kawasan ASEAN, Indonesia tetap berada di kelompok ekspansif. Selain itu, Thailand mencatat 54,1 dan Malaysia 50,7. Kemudian, Myanmar mencapai 51,5 dan Filipina 51,3. Namun tidak semua negara menjaga ekspansi secara konsisten.

Tekanan Global dan Rantai Pasok

Secara global, tekanan inflasi terus meningkat. Rantai pasok terganggu akibat konflik geopolitik. Khususnya, konflik di Timur Tengah memicu kenaikan biaya energi.

Akibatnya, harga bahan baku ikut meningkat. Namun demikian, Indonesia masih bertahan di zona ekspansi.

Pada Maret 2026, output dan pesanan baru mengalami penurunan. Selain itu, pasokan bahan baku terganggu. Akibatnya, waktu pengiriman mengalami keterlambatan signifikan. Bahkan, keterlambatan menjadi yang tertajam sejak Oktober 2021.

Baca Juga :  Ciptakan Lapangan Kerja Baru, Kemnaker dan Kemenekraf Perkuat SDM Ekonomi Kreatif

Di sisi lain, inflasi bahan baku mencapai level tertinggi dua tahun. Oleh karena itu, produsen menyesuaikan harga jual.

Pelaku industri tetap menunjukkan optimisme. Berdasarkan IKI Maret 2026, 73,7 persen responden menyatakan usaha membaik. Selain itu, tingkat optimisme enam bulan ke depan mencapai 71,8 persen.

Kementerian Perindustrian terus menjalankan langkah strategis. Selain itu, penguatan struktur industri terus dilakukan. Kemudian, utilisasi kapasitas produksi terus ditingkatkan. Di sisi lain, pasar domestik dioptimalkan sebagai penopang utama.

Selain itu, pemerintah menjaga kelancaran pasokan bahan baku. Kemudian, logistik industri terus diperbaiki. Dengan demikian, iklim usaha tetap kondusif. Oleh karena itu, sektor manufaktur tetap kompetitif.

Menperin menegaskan komitmen menjaga industri dalam negeri. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga terus dilakukan. Dengan demikian, industri tetap bergerak dan adaptif. (*/red)

Berita Terkait

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026
Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Jadwal MotoGP Malaysia 2026 di Sepang: Ini Agenda Lengkapnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Teco Targetkan Kemenangan Kedua, Semen Padang Siap Hadapi Sumsel United

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB