Javanusa.com—Asam lambung naik merupakan gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa tidak nyaman di dada hingga tenggorokan akibat cairan asam dari lambung yang bergerak naik ke kerongkongan.
Meski umumnya tidak membahayakan, asam lambung yang sering kambuh perlu mendapat perhatian karena dapat memicu komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.
Pada kondisi normal, asam lambung berfungsi membantu proses pencernaan dan memecah makanan yang masuk ke dalam lambung.
Namun, ketika jumlah asam berlebihan atau katup antara lambung dan kerongkongan melemah, cairan tersebut dapat mengalir kembali ke atas dan menimbulkan berbagai keluhan. Kondisi ini dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Faktor yang Meningkatkan Risiko Asam Lambung Naik
Dikutip dari laman Alodokter, beberapa kondisi dan kebiasaan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami GERD. Di antaranya adalah obesitas, hernia hiatus, kebiasaan makan dalam porsi besar, langsung berbaring setelah makan, merokok, serta sering mengonsumsi makanan berlemak, kopi, dan minuman bersoda.
Karena gejalanya kerap menyerupai penyakit lain, terutama gangguan jantung, penting untuk mengenali tanda-tanda khas asam lambung naik.
1. Sensasi Panas atau Terbakar di Ulu Hati
Keluhan yang paling umum adalah munculnya rasa panas atau terbakar di area ulu hati yang dapat menjalar hingga ke dada. Gejala ini dikenal sebagai heartburn.
Sensasi tersebut biasanya memburuk saat malam hari, ketika berbaring, atau saat membungkukkan badan. Kondisi ini terjadi akibat iritasi pada dinding kerongkongan yang terkena paparan asam lambung.
2. Nyeri Dada
Asam lambung naik juga dapat menimbulkan nyeri di bagian dada. Gejala ini sering membuat penderitanya khawatir karena menyerupai serangan jantung.
Perbedaannya, nyeri akibat GERD umumnya terpusat di area dada dan ulu hati. Sementara nyeri akibat gangguan jantung sering menjalar ke lengan, bahu, leher, atau rahang.
3. Batuk yang Tidak Kunjung Sembuh
Batuk kronis tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi tanda asam lambung naik. Saat asam mencapai tenggorokan, jaringan di sekitarnya dapat mengalami iritasi sehingga memicu refleks batuk yang berlangsung dalam waktu lama. Selain batuk, penderita juga bisa mengalami tenggorokan terasa gatal atau sering serak.
4. Sulit Menelan
Peradangan pada kerongkongan akibat paparan asam lambung dapat menimbulkan sensasi seperti ada yang mengganjal di tenggorokan. Akibatnya, penderita merasa kesulitan menelan makanan maupun minuman. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut disfagia.
5. Bau Mulut
Asam lambung yang mencapai rongga mulut dapat menimbulkan rasa pahit atau asam. Kondisi tersebut sering disertai bau mulut yang cukup mengganggu, terutama setelah bersendawa.
6. Mual dan Muntah
Rasa asam yang muncul di mulut terkadang memicu mual. Pada beberapa kasus, keluhan ini dapat berlanjut hingga muntah, terutama jika disertai sendawa berulang atau iritasi pada tenggorokan.
7. Sesak Napas
Tidak banyak yang menyadari bahwa asam lambung naik juga dapat memengaruhi saluran pernapasan. Cairan asam yang mencapai area tenggorokan dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan sehingga memicu rasa sesak atau sulit bernapas.
Selain gejala-gejala tersebut, sebagian penderita GERD juga mengalami gangguan tidur, suara serak, hingga kekambuhan penyakit asma.
Cara Mengatasi Asam Lambung yang Sedang Naik
Saat gejala muncul, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu meredakan keluhan, antara lain:
-
- Melonggarkan pakaian atau ikat pinggang yang menekan area perut.
- Duduk tegak dan menghindari posisi membungkuk.
- Meninggikan posisi kepala saat berbaring.
- Mengonsumsi minuman hangat seperti jahe yang dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Jika keluhan belum membaik, penggunaan obat antasida yang dijual bebas di apotek dapat menjadi pilihan untuk menetralkan asam lambung sementara.
Langkah Mencegah Asam Lambung Kambuh
Pencegahan menjadi kunci utama agar gejala tidak sering berulang. Beberapa perubahan gaya hidup yang dianjurkan meliputi:
-
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Berhenti merokok.
- Tidur dengan posisi miring ke kiri.
- Tidak langsung berbaring setelah makan dan memberi jeda setidaknya tiga jam.
- Menghindari makan dalam porsi berlebihan.
- Mengunyah makanan secara perlahan.
- Membatasi konsumsi makanan dan minuman pemicu, seperti gorengan, cokelat, kopi, minuman bersoda, dan alkohol.
- Menghindari pakaian yang terlalu ketat di area perut.
Kapan Harus ke Dokter?
Asam lambung yang muncul sesekali umumnya dapat dikendalikan dengan perubahan pola hidup dan pengobatan sederhana. Namun, jika gejala terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau tidak membaik meski sudah melakukan berbagai upaya penanganan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup penderita GERD. (*/red)






