Padang, Javanusa—SMK SMAK Padang menghadirkan Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Mardalena Wati Yulia, sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (17/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Mardalena memberikan pembekalan tentang bahaya perundungan dan kekerasan seksual kepada peserta didik baru.
Tokoh yang akrab disapa Bunda Lena ini telah lama aktif dalam isu kependudukan sejak 1980-an. Ia pernah memimpin BKKBN Provinsi Riau sebelum menjabat di Sumatera Barat.
Dalam pemaparannya, Bunda Lena menjelaskan berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Serta dampaknya terhadap perkembangan psikologis dan neurologis korban.
Ia mendorong siswa untuk membangun empati dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas dari kekerasan.
“SMK SMAK Padang adalah sekolah unggulan. Kalian harus menjadi teladan, bukan hanya cerdas, tapi juga berkarakter. Lindungi teman yang rentan menjadi korban. Jangan jadi pelaku,” tegasnya.
Bunda Lena juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan nilai-nilai agama sebagai fondasi membentuk generasi kuat secara mental dan sosial. Ia menyebut bahwa pendidikan antiperundungan harus dimulai sejak usia dini.
Tak hanya menyampaikan materi, Bunda Lena juga memotivasi siswa agar menjalani masa muda dengan semangat dan penuh prestasi.
“Isi masa muda kalian dengan hal positif. Jadilah kebanggaan SMAKPA, demi menyongsong Generasi Emas 2045,” pesannya penuh semangat.
Sesi ini disambut antusias oleh para peserta MPLS. Banyak siswa aktif berdialog dan berdiskusi langsung dengan narasumber.
Mardalena pun mengapresiasi semangat para siswa SMK SMAK Padang yang dinilainya kritis dan peduli terhadap isu sosial.
Kegiatan ini menegaskan komitmen SMK SMAK Padang tidak hanya pada pengembangan kompetensi industri, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. (*/red)






