Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Indonesia-AS di Sektor Agro dan Manufaktur Capai USD 38,4 Miliar

Penulis -

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI-AS 2026) di Washington D.C, Rabu (18/2). (Foto: Kemenko Perekonomian)

Acara US-Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI-AS 2026) di Washington D.C, Rabu (18/2). (Foto: Kemenko Perekonomian)

Washinton, Javanusa—Kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia-AS menembus USD 38,4 miliar dalam US-Indonesia Business Summit 2026 di Washington D.C. Kesepakatan ini mencakup sektor agro dan industri manufaktur, serta penguatan akses pasar kedua negara.

Forum bisnis tersebut digelar Rabu (18/2) oleh U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan U.S.-Indonesia Society.

Presiden Prabowo Subianto hadir dalam sesi roundtable dan menyampaikan keynote speech pada Gala Iftar Dinner. Ia juga menyaksikan penandatanganan 11 kesepakatan antara perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat.

“Pasar menghargai transparansi, disiplin, dan kredibilitas. Tanggung jawab saya memperkuat tata kelola dan memastikan standar internasional terpenuhi,” ujar Prabowo.

Total komitmen yang diteken mencapai USD 38,4 miliar. Nilai tersebut mencakup pembelian komoditas dan investasi lintas sektor strategis.

Kesepakatan ini mempertegas posisi Amerika Serikat sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan tren peningkatan kerja sama ekonomi bilateral dalam lima tahun terakhir.

Sektor Agro Tembus USD 4,5 Miliar

Di sektor agro, nilai kesepakatan mencapai USD 4,5 miliar. Komoditas utama meliputi kedelai (USD 1,37 miliar), gandum (hingga USD 1,25 miliar sampai 2030), jagung (USD 855 juta), kapas (USD 244 juta), dan produk lainnya (USD 800 juta).

Kesepakatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku pangan dan industri tekstil nasional. Selain itu, impor bahan baku tersebut menopang industri pengolahan dalam negeri.

Industri Manufaktur Dominasi Investasi

Sektor industri manufaktur menyerap investasi terbesar dengan nilai USD 33,91 miliar. Kerja sama antara KADIN dan USABC tercatat sebesar USD 2 miliar.

Selain itu, terdapat kesepakatan bahan baku industri berupa shredded worn clothing senilai USD 200 juta. Investasi industri semikonduktor menjadi sorotan dengan nilai mencapai USD 4,89 miliar dan tambahan komitmen USD 26,7 miliar.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bertemu Putin di Beijing, Bahas Investasi dan Kerja Sama Strategis Indonesia–Rusia

Investasi ini selaras dengan agenda hilirisasi dan penguatan rantai pasok global yang tengah digenjot pemerintah.

Perkuat Akses Pasar Lewat ART

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan penyelesaian Agreement on Reciprocal Trade (ART) memperkuat akses pasar kedua negara.

Menurut Airlangga, ART akan mengurangi hambatan tarif dan non-tarif. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kepastian usaha dan menarik investasi jangka panjang.

“Kesepakatan ART memperkuat daya saing produk Indonesia dan membuka peluang investasi yang lebih besar,” kata Airlangga.

Kerja sama ini datang di tengah dorongan transformasi ekonomi Indonesia menuju industri berbasis teknologi dan nilai tambah tinggi.

Pemerintah menargetkan peningkatan investasi di sektor digital, kecerdasan artifisial, mineral kritis, serta transisi energi.

Dengan nilai komitmen USD 38,4 miliar, forum ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam diplomasi ekonomi Indonesia tahun 2026. (*/red)

Berita Terkait

Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Tampil di Belgia, Bawa Kriya Minang ke Panggung Eropa
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 157 Orang, 403 Wisatawan Hilang
Forum Internasional di Wina, Kementan Perkuat Jejaring Diagnostik Veteriner Indonesia
Fadly Amran Perkuat Kerja Sama dengan Foshan Polytechnic, Program Padang Juara Siapkan Dual Degree ke China
Kunjungan Balasan ke Tiongkok, Wali Kota Fadly Amran Perkuat Kerja Sama Pendidikan Padang-Guangdong
Gema Takbir di Paris, Diaspora Indonesia Rasakan Kehangatan di Tanah Rantau
Presiden Prabowo Salat Iduladha 1447 H di Paris, Silaturahmi Hangat dengan Diaspora Indonesia
Tiongkok Konsisten Bidik Produk Pertanian Indonesia, Ekspor Tembus Miliaran Dolar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB