Padang, Javanusa—Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan yang mampu mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul, adaptif, dan berdaya saing di tengah perkembangan teknologi serta dinamika global yang terus bergerak cepat.
Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala SMA, SMK, dan SLB yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumbar Wilayah IV, Jumat (12/6/2026).
Menurut Muhidi, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Karena itu, kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif dan manajerial. Mereka juga harus mampu menjadi penggerak transformasi pendidikan di lingkungan sekolah.
“Kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan pendidikan. Mereka berperan membentuk budaya belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menyiapkan peserta didik menghadapi perubahan zaman,” ujar Muhidi.
Ia menilai pembangunan SDM berkualitas membutuhkan kolaborasi yang kuat antara kepemimpinan pendidikan, dukungan kebijakan pemerintah daerah, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
Muhidi menjelaskan dunia kerja dan kehidupan sosial kini mengalami perubahan yang sangat cepat akibat kemajuan teknologi digital, meningkatnya persaingan global, serta masuknya berbagai pengaruh budaya dari berbagai negara.
Kondisi tersebut menuntut sekolah menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan akademik.
Menurutnya, peserta didik perlu memiliki keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi yang efektif, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
“Generasi masa depan harus mampu memanfaatkan teknologi, menyelesaikan persoalan secara inovatif, dan terus belajar mengikuti perkembangan dunia,” katanya.
Pendidikan Karakter Jadi Fondasi SDM Berkualitas
Selain penguatan kompetensi, Muhidi juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembangunan SDM.
Ia menilai nilai-nilai agama, budaya lokal, dan semangat kebangsaan harus terus ditanamkan agar generasi muda memiliki identitas yang kuat di tengah arus globalisasi.
Menurut Muhidi, kualitas manusia akan menjadi faktor utama yang menentukan kemajuan daerah pada masa mendatang.
Keunggulan suatu wilayah tidak lagi hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru.
“SDM yang unggul adalah mereka yang memiliki integritas, kompetensi, semangat inovasi, serta keberanian untuk menciptakan peluang melalui kewirausahaan tanpa kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Muhidi berharap kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan di Sumbar.
Dengan penguatan tersebut, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*/red)






