Kisah Eko Yuli Irawan: Dari Keluarga Sederhana hingga Beli Sawah dan Bangun Sasana Angkat Besi

Penulis -

Minggu, 26 April 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eko Yuli Irawan. (Foto: Raiky/Kemenpora.go.id)

Eko Yuli Irawan. (Foto: Raiky/Kemenpora.go.id)

Jakarta, Javanusa—Menjadi atlet berprestasi menjanjikan masa depan cerah. Keyakinan itu sudah tumbuh dalam diri Eko Yuli Irawan sejak masih kecil.

Ia mulai mengenal angkat besi saat melihat latihan di kampungnya, Kota Metro, Lampung, pada tahun 2000.

“Sejak pertama melihat angkat besi, saat itulah saya menemukan cara untuk mengangkat derajat saya dan keluarga saya,” kenang Eko dalam film pendek yang dibuat salah satu jenama olahraga.

Eko tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Saman, bekerja sebagai tukang becak, sementara ibunya, Wastiah, berjualan sayur. Keluarganya tinggal di tanah milik orang lain yang sewaktu-waktu bisa diminta kembali.

Saat merantau, Eko memikirkan nasib orang tuanya jika harus pindah. Kekhawatiran itu memicu tekad kuat untuk berprestasi.

“Saat saya merantau, saya berpikir bagaimana jika tanah itu diambil. Orang tua saya harus pindah ke mana. Karena itu, saya harus mengejar prestasi untuk membantu mereka,” ujar Eko dalam siniar bersama Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

Ia tidak sekadar mengejar kemenangan. Eko ingin mengubah kondisi ekonomi keluarganya melalui olahraga.

Awal Prestasi dan Mimpi Olimpiade

Latihan keras mulai membuahkan hasil. Dalam waktu 10 bulan, Eko meraih medali emas di kejuaraan nasional. Capaian itu membuka wawasannya untuk mengejar target lebih tinggi, termasuk Olimpiade.

“Pelatih bilang, kalau sampai Olimpiade, saya bisa membantu orang tua,” kata Eko.

Perjalanannya tidak mudah. Ia membutuhkan lima tahun untuk masuk Pemusatan Latihan Nasional pada 2006. Pada tahun yang sama, ia tampil di Kejuaraan Dunia Junior di Hangzhou dan meraih medali perak.

Setahun kemudian, Eko berhasil merebut medali emas di Kejuaraan Dunia Junior di Praha.

Bonus Prestasi untuk Keluarga

Medali emas tersebut menjadi titik balik kehidupan keluarganya. Ia menerima bonus Rp25 juta dari Menteri Pemuda dan Olahraga dan langsung membelikan tanah untuk orang tuanya.

Baca Juga :  Alumni Latsitarda Nusantara di Kota Pariaman Motivasi Pemain Persikopa

“Saat dapat bonus, kebetulan orang tua bertemu orang yang menjual tanah. Saya langsung kirim uang untuk membeli tanah itu,” ungkap Eko.

Keberhasilan itu menghapus kekhawatirannya saat merantau. Ia semakin termotivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi.

Bangun Rumah dari Medali SEA Games

Pada SEA Games 2007 di Thailand, Eko kembali meraih medali emas. Ia menerima bonus Rp200 juta dan menggunakan dana tersebut untuk membangun rumah bagi orang tuanya.

“Itu pertama kalinya saya dapat medali di multievent. Orang tua menjemput saya di bandara dan menangis. Bonus itu benar-benar untuk membangun rumah,” jelasnya.

Sejak saat itu, orang tuanya memberikan dukungan penuh terhadap kariernya.

Konsistensi di Olimpiade

Eko Yuli Irawan mencatat sejarah sebagai lifter Indonesia paling konsisten di Olimpiade. Ia tampil dalam lima edisi berturut-turut, mulai dari Beijing 2008 hingga Paris 2024.

Ia meraih empat medali Olimpiade, yaitu dua perak pada 2016 dan 2020, serta dua perunggu pada 2008 dan 2012. Prestasi tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet terbaik Indonesia.

Investasi Sawah untuk Orang Tua

Eko memanfaatkan bonus Olimpiade untuk masa depan keluarganya. Dari bonus Beijing sekitar Rp300 juta, ia membeli sawah untuk orang tuanya.

“Setelah itu orang tua bisa bertani di sawah sendiri. Sebelumnya mereka hanya menggarap tanah orang lain dengan sistem bagi hasil,” ujarnya.

Langkah itu memberikan kemandirian ekonomi bagi keluarganya.

Bangun Sasana untuk Regenerasi Atlet

Kecintaannya pada angkat besi mendorong Eko membangun sasana latihan di Bekasi. Ia menggunakan bonus prestasi untuk mendirikan fasilitas tersebut.

Sasana itu terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar angkat besi. Eko juga melatih langsung generasi muda yang berpotensi menjadi atlet.

Baca Juga :  29 SSB Padang Ramaikan Wali Kota Cup U-12, Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Muda dan Cegah Kenakalan Remaja

“Saya ingin anak-anak di sini punya kesempatan seperti saya. Mereka bisa berkembang dan membantu keluarga mereka,” kata Eko.

Ia berharap kehadiran sasana tersebut melahirkan atlet baru yang mampu berprestasi hingga tingkat Olimpiade. (*/red)

Berita Terkait

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang
Teco Targetkan Kemenangan Kedua, Semen Padang Siap Hadapi Sumsel United
Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya
Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8
Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3
Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal
Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup
Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB