Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Kopdes Merah Putih sebagai upaya membendung arus urbanisasi.
Program ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di desa dan kelurahan.
Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut, inisiatif ini bagian dari strategi nasional.
Baca Juga: 45 Koperasi Merah Putih Dibentuk di Padang, Target 104 Unit
Kementerian Koperasi ditunjuk sebagai pelaksana utama pembentukan Kopdes tersebut.
Peluncuran resminya dijadwalkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Koperasi Jadi Solusi Bangkitkan Ekonomi Desa
Kopdes Merah Putih diyakini mampu membangkitkan kepercayaan pemuda untuk tetap tinggal dan membangun desanya. Kegiatan ekonomi produktif koperasi diharapkan menciptakan lapangan kerja mandiri.
Baca Juga: Pemko Padang Latih Koperasi dan UMKM Go Digital
“Pemuda desa kini hanya tersisa 40 persen. Tanpa upaya cepat, desa akan seperti Jepang yang didominasi lansia,” kata Ferry saat sosialisasi bersama Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) secara hybrid, Selasa (20/5/2025).
Desa punya potensi besar yang selama ini kurang dimaksimalkan. Presiden Prabowo ingin desa bangkit lewat pendekatan kolektif yang mandiri.
Tujuh Unit Bisnis Koperasi Jadi Tulang Punggung
Setelah koperasi terbentuk, Kemenkop akan menyempurnakan model bisnisnya. Setiap Kopdes wajib menjalankan minimal tujuh unit bisnis dasar.
Baca Juga: Komit Majukan Koperasi dan UMKM, Kota Padang Diganjar Penghargaan dari Gubernur
Namun, desa tetap bebas mengembangkan usaha lain sesuai potensinya. Pendampingan dilakukan bertahap hingga Oktober 2025.
“Di luar tujuh unit inti, desa bebas berinovasi sesuai kekuatannya masing-masing,” ujar Ferry.
Solusi Nyata untuk Masalah Desa
Kopdes Merah Putih tak hanya ciptakan kerja. Program ini juga berfungsi menstabilkan harga, cegah jeratan pinjol dan judi online.
Baca Juga: Pesta Rakyat Padang 2025 Dorong UMKM dan Ekraf Naik Kelas
Setiap koperasi akan melibatkan minimal 25 orang dan menyediakan pelatihan berbasis praktik 90 persen. “Kami rancang agar risikonya kecil. Kalau desa maju, Indonesia ikut maju,” tegas Ferry.
Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut program ini sejalan dengan filosofi pembangunan desa berkelanjutan.
“Desa tidak boleh jadi beban. Presiden ingin desa hidup tanpa mengganggu ekosistemnya,” kata Effendi.
Baca Juga: Enterpreneur Hub Sumbar Dorong UMKM Tumbuh Lewat Inovasi
PSBI menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pembentukan koperasi desa. Tujuannya agar desa tumbuh mandiri dan masyarakat makin sejahtera. (*/red)
Sumber: Kemenkop






