Bekasi, Javanusa—Pemerintah bergerak cepat menangani kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan penanganan berlangsung optimal.
Menhub memastikan tim mengevakuasi korban secara cepat dan terkoordinasi. Petugas tetap mengutamakan keselamatan korban dan personel di lapangan.
Menhub bersama tim teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia berada di lokasi sejak Senin malam (27/4). Mereka memimpin langsung penanganan hingga Selasa pagi (28/4).
Ia menyampaikan duka cita atas korban meninggal dunia. Ia juga berharap korban luka segera pulih. Menhub menegaskan kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan pelayanan transportasi yang aman dan andal.
“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan. Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami,” ujar Dudy.
Kronologi Awal Kecelakaan
Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian itu, petugas mengevakuasi rangkaian KRL dan menetapkannya sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.
Petugas kemudian memberhentikan KRL lain dengan kode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Kereta tersebut mengarah ke Cikarang.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak berhenti sepenuhnya. Kereta itu kemudian terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Evakuasi dan Penanganan Korban
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Tim memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
Petugas mengevakuasi korban secara bertahap dan terukur. Mereka bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk meminimalkan risiko tambahan.
Pemerintah mendirikan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur. Tim medis juga memberikan penanganan intensif di fasilitas kesehatan.
Investigasi KNKT dan Komitmen Pemerintah
Kementerian Perhubungan mendukung investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi bertujuan mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.
Menhub menegaskan pihaknya memberi ruang penuh bagi KNKT untuk bekerja secara independen. Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi ke depan.
“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan,” kata Dudy.
Pemerintah memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik. Pemerintah juga menjamin hak korban sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga kini, petugas masih mendata jumlah korban. Untuk mendukung penanganan, operasional KRL disesuaikan dan sementara hanya sampai Stasiun Bekasi. (*/red)






